Notification

×

Iklan

Iklan

Profesional Mengajar Hadirkan Praktisi Sales ke SMKS Bhinneka Karawang, Ajak Siswa Lihat Sales sebagai Life Skill

Sabtu, 26 September 2026 | 16:23 WIB Last Updated 2026-09-26T14:35:31Z

Caption : Sekar Tyas Nareswari, Koordinator Divisi Vokasi KOMISI Pusat sekaligus Sales Leader yang kini memimpin AZKO Purwakarta saat menyampaikan materi kepada Siswa SMKS Bhinneka Karawang padaprogram Profesional Mengajar.

KARAWANG.LENTERAJABAR.COM
,-- Siswa SMKS Bhinneka Karawang mendapat kesempatan belajar langsung dari praktisi industri tentang dunia Sales dan peluang karier yang dapat mereka tekuni setelah lulus.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program Profesional Mengajar, kolaborasi antara Sales Director Indonesia (SDI), Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), dan Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI). Program ini dirancang untuk menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.


Sesi yang digelar tersebut menghadirkan Sekar Tyas Nareswari, Koordinator Divisi Vokasi KOMISI Pusat sekaligus Sales Leader yang kini memimpin AZKO Purwakarta.


Ia didampingi Gunawan Ardiyanto, engineer sekaligus anggota KOMISI yang memiliki ketertarikan di bidang Sales dan telah menerbitkan 12 buku, termasuk buku bertema bisnis dan Sales.


Mengangkat tema “Sales Adalah Karier Tanpa Batas & Life Skill Utama”, Sekar membongkar salah satu mitos umum tentang profesi Sales.


“Kalau Anda berpikir Sales itu 80 persen bicara dan 20 persen mendengar, justru sebaliknya. Sales profesional harus lebih banyak mendengar dan menganalisis,” ujar Sekar, yang juga merupakan penulis buku Seni dan Ilmu Mengelola Toko Retail.


Ia menekankan bahwa inti pekerjaan Sales bukan sekadar menjual produk, tetapi membangun kepercayaan dan memberikan solusi bagi pelanggan.


Gunawan turut mengajak siswa melihat kemampuan Sales dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, kemampuan menjual dan berkomunikasi tidak hanya dibutuhkan oleh orang yang bekerja sebagai Sales, tetapi relevan dalam berbagai bidang pekerjaan.


“Guru menjual ilmu dan masa depan. Dokter menjual harapan dan kesembuhan. Bahkan ketika kita mengikuti wawancara kerja, kita sedang menjual nilai diri kita,” kata Gunawan.


Pandangan tersebut memperluas perspektif siswa bahwa Sales bukan sekadar pekerjaan menawarkan produk, melainkan kemampuan memahami kebutuhan, berkomunikasi, membangun kepercayaan, dan menawarkan solusi.


Untuk memperkuat pesannya, Sekar berbagi perjalanan karier yang dimulai sebagai SPG di SOGO Surabaya, kemudian berkembang melalui berbagai industri, mulai dari food court, ATK, perkakas, hingga buku di Gramedia.


Ia juga pernah membangun bisnis sebagai distributor makanan, membuka usaha tempat makan, serta menangani pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan B2B.


Perjalanan tersebut kemudian membawanya bergabung dengan ACE Hardware, menjalani penugasan berpindah di beberapa kota, serta melewati proses transformasi brand dari ACE menjadi AZKO, hingga kini memimpin gerai AZKO Purwakarta.


Menurut Sekar, dunia Sales juga membuka berbagai bentuk apresiasi berdasarkan kinerja, termasuk insentif dan kesempatan mengikuti perjalanan ke luar negeri yang pernah ia dapatkan selama berkarier di bidang Sales.


Di luar karier korporasi, Sekar juga mendirikan PT Takon Pakar Edutainment, yang bergerak di bidang Sales mentoring, pelatihan, dan pengembangan kompetensi Sales.


“Produk bisa berbeda, industrinya bisa berbeda, tetapi kemampuan memahami customer, berkomunikasi, menjual, dan mencapai target tetap relevan,” tegasnya.


Sekar tidak hanya menyampaikan sisi positif profesi Sales. Ia juga berbicara terbuka mengenai tantangan yang dihadapi, mulai dari target, penolakan, hingga tuntutan disiplin.


“Tantangan itu bisa menjadi proses pembentukan karakter dan resiliensi,” katanya.


Ia juga mengingatkan siswa agar tidak berhenti belajar menghadapi perubahan dunia kerja.


“Dunia kerja berubah. Teknologi berubah. Customer berubah. Kalau kita berhenti belajar, kompetensi kita juga akan tertinggal.”


Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak SMKS Bhinneka Karawang. Kepala Sekolah Ari Ambarwati, S.S., dan Ketua Program BDP Wini Setiawati, S.Pd., turut hadir dan mengapresiasi kehadiran praktisi industri secara langsung di lingkungan sekolah.


Melalui program Profesional Mengajar, siswa tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai satu profesi, tetapi juga pemahaman mengenai kompetensi yang perlu dibangun sebelum memasuki dunia kerja.


“Saya tidak datang untuk mengatakan bahwa kalian semua harus menjadi Sales. Saya ingin kalian tahu bahwa kemampuan Sales akan berguna apa pun profesi yang kalian pilih nanti,” pungkas Sekar.(red/***)

×
Berita Terbaru Update