Notification

×

Iklan

Iklan

Komisi II DPRD Jawa Barat Gelar RDP Bahas Tata Kelola Pengelolaan Hutan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:35 WIB Last Updated 2026-08-26T23:35:41Z


KOTA  BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
, - Komisi II DPRD Jawa Barat melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan Perhutani, Palawi, dan Koperasi Binamitra  bertempat di ruang rapat komisi II DPRD Jabar Rabu 26 Agustus 2026.


Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, Lina Ruslinawati mengatakan,pihaknya mendorong tata kelola kawasan hutan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kepatuhan terhadap regulasi 


Lebih lanjut dikatakan srikandi partai gerindra ini,pengelolaan hutan perlu dilakukan secara seimbang. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan ruang untuk memperoleh manfaat ekonomi, tetapi di sisi lain kelestarian hutan dan aturan yang berlaku tidak boleh diabaikan,ujarnya saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP)


di satu sisi masyarakat memang ada misinformasi. Ada informasi yang tidak sampai kepada mereka. Dari Perhutani maupun Palawi juga ada aturan dan regulasi baru dari pusat yang harus ditegakkan,tutur Lina wakil rakyat dari daerah pemilihan jabar v meliputi Kabupatenn Sukabumi dan Kota Sukabumi.


Ditambahkannya  penyampaian informasi mengenai regulasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara jelas. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang kemudian berujung pada pelanggaran aturan maupun perselisihan di lapangan.


Ia berharap pihak Perhutani, Palawi, dan Koperasi Binamitra dapat kembali duduk bersama untuk menyatukan persepsi dan mencari solusi terbaik. Menurutnya, ruang kerja sama tetap terbuka selama seluruh pihak menjalankan aktivitas sesuai ketentuan hukum.


“Ya nanti akan duduk bareng lagi antara pihak koperasi dengan Palawi atau dengan Perhutani. Menyatukan persepsi dan menyatukan keinginan,” katanya.


Lina menegaskan, kerja sama dalam pengelolaan kawasan hutan tidak semata-mata harus dilihat dari aspek bisnis. Aktivitas bisnis tetap dapat memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan dan masyarakat, tetapi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.


“Yang paling utama adalah bagaimana hutan ini tetap lestari walaupun ada kegiatan business to business. Ada manfaat yang bisa digali untuk perusahaan maupun masyarakat, tetapi jangan sampai merugikan alam,” tegasnya.(red/***)

×
Berita Terbaru Update