Notification

×

Iklan

Iklan

Legislator Gerindra Maula Akbar Dukung Pembatasan Gawai untuk Anak

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:08 WIB Last Updated 2026-07-17T06:58:39Z

Caption : Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Maula Akbar, S.I.Pol


BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi kesejahteraan rakyat(kesra), Maula Akbar Mulyadi Putra, S.I.Pol menyambut positif dan mendukung langkah yang dilakukan pembatasan gawai untuk anak dinilai langkah tepat memaksimalkan perkembangan anak.


Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat menilai langkah yang di sampaiikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyatakan, kebiasaan anak-anak bermain gawai terlalu lama dapat mengancam kesehatan. Kebiasaan itu membuat anak-anak kurang bergerak sehingga nutrisi di dalam tubuh tidak berubah menjadi energi,patut di dukung jelas A Ula sapaan akrab  wakil rakyat daerah pemilihan Jawa Barat 10 yang meliputi Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang ini.


lebih lanjut dikatakan A Ula ,pembatasan gawai untuk anak bagi saya merupakan langkah positif untuk memaksimalkan perkembangan anak serta upaya preventif agar anak tidak kecanduan,menurut ilmu kesehatan Dampaknya, anak-anak menjadi mudah terkena penyakit dan tingkat emosinya tinggi. Beberapa penyakit yang umumnya diderita orang dewasa, kini ditemukan pada anak-anak, di antaranya gagal ginjal dan diabetes.


Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam acara Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045, dengan tema "Membangun Bangsa yang Sehat, Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing Global", di Gedung GBI Bethel Summarecon, Kota Bandung, Rabu (15/7/2026).


Oleh karena itu, ia meminta orangtua untuk memperhatikan pola hidup anak-anak. Ajak anak-anak untuk beraktivitas yang membutuhkan banyak gerak. Jaga pula asupan anak agar tak terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman tidak sehat, termasuk yang tinggi gula.


Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2024, tercatat 39,71 persen anak usia dini di Indonesia telah menggunakan telepon seluler. Bahkan, 35,57 persen di antaranya sudah mengakses internet.


Banyak sekali kasus gangguan perkembangan pada anak yang diakibatkan oleh penggunaan gawai yang berlebihan.menurut data laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dari penelitian terbarunya, anak di Indonesia yang menonton atau mendapatkan paparan gadget lebih dari 20 menit itu 65,1 persen mengalami persoalan temper tantrum yaitu luapan emosi ekstrem (menangis, berteriak, atau berguling di lantai) yang umum terjadi pada anak usia 1–5 tahun karena mereka belum bisa mengungkapkan frustrasi dengan baik.


Tak hanya itu,penggunaan atau paparan gadget yang terlalu lama dapat mengakibatkan perubahan perilaku pada anak. Bahkan, seringkali ditemukan akibat konten negatif gawai yang dapat diakses secara bebas dan ditiru oleh anak.


Ditambahkan legislator partai berlambang kepala burung garuda ini,"Oleh karena itu, saya mendukung langkah untuk menggulirkan aturan mengenai pembatasan penggunaan gawai bagi anak untuk menyelamatkan generasi bangsa dan menyongsong Indonesia emas 2045," tegasnya.(red/adpar)

×
Berita Terbaru Update