Notification

×

Iklan

Iklan

Tina Wiryawati Legislator Gerindra Apresiasi Neraca Perdagangan Jabar yang Lampaui Nasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:42 WIB Last Updated 2026-06-26T14:50:01Z

Caption : Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat  Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., 


BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra yang membidangi keuangan  Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., menyampaikan, apresiasi atas pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara year on year bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional .


Neraca perdagangan Jawa Barat surplus USD 8,90 miliar selama Januari 2026 hingga April 2026. Kondisi itu terjadi berkat nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan impor pada periode tersebut.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati   pada acara Rilis Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat, Selasa (2/6/2026). menjelaskan, nilai ekspor Jawa Barat pada Januari 2026 hingga April 2026 mencapai USD 12,58 miliar atau naik 4,15 persen dibanding periode yang sama 2025. 


Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai USD 12,51 miliar juga naik 4,30 persen. Sedangkan ekspor migas mencapai USD 72,70 juta atau turun 16,39 persen.


Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-April 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Kendaraan dan Bagiannya sebesar USD 297,95 juta (11,80 persen). Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah Golongan Perhiasan/Permata sebesar USD 73,59 juta (18,99 persen).


"Ekspor nonmigas terbesar selama Januari 2026 hingga April 2026 dilakukan ke Amerika Serikat dengan nilai USD 2,08 miliar, disusul Filipina sebesar USD 1,19 miliar dan ke Jepang sebesar USD 922,58 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,53 persen," katanya.


Sementara ekspor ke ASEAN sebesar USD 3,47 miliar dan ekspor ke Amerika dan Eropa sebesar USD 4,70 miliar.


Kinerja ekspor sektoral Januari-April 2026 dibanding periode yang sama 2025 mengalami peningkatan. Sektor Pertanian naik 4,21 persen, sektor Industri Pengolahan naik 4,30 persen, kemudian sektor Pertambangan dan Lainnya naik 2,20 persen, sedangkan sektor Migas turun 16,39 persen.


Capaian ini, kata Bunda Tina sapaan akrab wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar XIII meliputi Kabupaten Kuningan,Pangandaran,Ciamis dan Kota Banjar ini mengungkapkan patut di apresiasi karena telah tercapainya bahkan melebihi target bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional,tutur legislator partai berlambang kepala burung garuda ini.


Bunda Tina berharap dengan besarnya  Neraca Perdagangan Jabar berdampak pada pertumbuhan ekonomi Jabar meningkat hal ini dapat memberikan kebermanfaatan terhadap roda perekonomian masyarakat, sekaligus meningkatnya jumlah kesejahteraan,tuturnya


"Intinya, pertumbuhan laju ekonomi ini berdampak terhadap masyarakat Jabar,memiliki kesempatan kerja ada ruangnya dan pertumbuhan ekonominya ditopang oleh tumbuh berkembangnya suatu wilayah,pungkas Ketua Kesira (Kesehatan Indonesia Raya) Jawa Barat .(red/adpar)

×
Berita Terbaru Update