Notification

×

Iklan

Iklan

Legislator PKS H. RK Dadan Surya Negara Apresiasi Kembali Digelar Pameran Produk Kopi,Teh dan Coklat Jabar

Kamis, 11 Juni 2026 | 06:08 WIB Last Updated 2026-06-11T01:52:27Z

Caption : Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat  H. RK Dadan Surya Negara.,S.P 


KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
, - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat (Jabar) akan menggelar West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026, dengan tema “ The Golden Belt of Java: Coffee Tea and Cocoa for the Future”.acara ini mengusung penguatan produk unggulan Jabar yakni teh, kopi dan kakao agar semakin berkibar di kancah global.


Tagline kegiatan ini,"The Golden Belt of Java: Coffee Tea and Cocoa for the Future menjadi tema karena tiga produk ini memiliki kualitas premium dan juga mempunyai daya saing luar biasa dalam perdagangan global atau ekspor dari Jabar,"terang Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani,dalam BEJA (Bewara Jawa Barat) Vol. 18, di Gedung Sate kemarin. 


Kegiatan ini tentunya akan membuka pasar global produk teh, kopi dan kakao dari Jabar. Akan tercipta kolaborasi dan kerja sama bagi pelaku usaha.


Terkait hal tersebut Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat  H. RK Dadan Surya Negara.,S.P yang membidangi perekonomian saat diminta tanggapannya melalui jaringan  whatsApp telepon selulernya rabu 10  juni 2026 ,mengapresiasi acara ini, setelah sekian lama tidak ada acara promosi produk perkebunan Jabar seperti,kopi,teh,kakao jabar seperti dulu.


Menurut Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Jawa Barat ini.,dulu jaman Gubernur Aher pemerintah provinsi senantiasa mengadakan acara Promosi Ngopi Saraosna, Tea n Coffee Festival yaitu acara yang mengenalkan produk perkebunan berkualitas lebih ke acara ngopi bersama semua unsur termasuk masyarakat dan menampilkan jenis-jenis kopi khas Jawa Barat.


Lebih lanjut dikatakan wakil rakyat dari pemiliahan Jabar 4 Kabupaten Cianjur ini.namun acara yang diselenggarakan oleh dinas industri dan perdagangan jabar ini harus sinergi dan berkolaborasi dengan dinas perkebunan, supaya ada kesiapan untuk ketersediaan produksi  kopi, kakao dan teh nya,tutur alumni Fakultas Budidaya Pertanian Unida Bogor ini. .


Ditambahkan legislator partai berlambang dua buah bulan sabit yang mengapit satu tangkai padi tegak lurus ini mengungkapkan, "Kita ketahui bahwa pohon kopi di jabar harus segera dilakukan peremajaan sekitar 500 hektar, kemudian ketersediaan kakao di jabar masih kurang menggeliat,tegas pria berkacamata ini. 


Walaupun Produksi teh jabar produksi paling besar secara nasional, namun hampir menurun produksinya karena teh rakyat sudah mulai berkurang karena persaingan teh global dan monopoli teh rakyat, menyebabkan lesunya teh di jabar


Sehingga kondisi sekarang teh tidak lagi dipandang menguntungkan bagi petani, sehingga banyak yang melakukan alih fungsi lahan menjadi komoditas lainnya,jelas legislator Kang Dadan Surya Negara yang akrab di sapa KDS yang juga seorang ustadz/pendakwa ini.. (red/adpar)

×
Berita Terbaru Update