
Caption : Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat H. RK Dadan Surya Negara.,S.P (foto Istimewa)
INDRAMAYU.LENTERAJABAR.COM, - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektare dalam rangka mendukung swasembada kedelai 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/6/2026).
Dalam sambutannya, KDM, sapaan Dedi Mulyadi berharap penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektar itu bisa menghasilkan panen terbaik.
"Mudah-mudahan kedelainya bisa mekar, airnya bisa terpancar, kemudian hasilnya nanti memuaskan semua pihak, produktivitas kedelainya meningkat," ucap KDM.
Terkait hal tersebut Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat H. RK Dadan Surya Negara.,S.P yang membidangi perekonomian saat diminta tanggapannya melalui jaringan whatsApp telepon selulernya menyampaikan memberikan dukungan dan paresiasi dengan adanya penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektar, di Indramayu yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat. Maka saatnya Jawa Barat mulai swasembada kedelai,tutur legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini .
Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar 4 Kabupaten Cianjur," Gebrakan ini yang ditunggu-tunggu. Jawa Barat harus mulai menjadi sentra budidaya kedelai nasional. Karena pertama, Jabar cocok untuk tanam kedelai. Ketinggian <700 mdpl, suhu 23-28°C, tanah Latosol/Aluvial Jabar Utara itu habitat ideal kedelai,jelas alumni Fakultas Budidaya Pertanian Unida Bogor ini..
Lebih lanjut dikatakan Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Jawa Barat ini Bisa juga tanam habis padi dengan tumpang sari. Tanah tidak nganggur, pupuk sisa padi masih bisa kepakai.
Kedua, Jabar ini itu konsumen tempe-tahu terbesar se-Indonesia, tapi produksinya nggak nyampe 15% dari kebutuhan. Sisanya impor 2,6 juta ton/tahun dari AS, Brazil. Selayaknya kita harus memenuhi kebutuhan sendiri.
Ditambahkan legislator partai berlambang dua buah bulan sabit yang mengapit satu tangkai padi tegak lurus ini mengungkapkan,Jabar itu tidak kekurangan lahan & pasar.Namun yang kurang: benih unggul, irigasi mikro, dan keberanian petani tanam MT3. Kalau 30.000 ha naik jadi 100.000 ha, impor bisa turun 20%.
Namun penanaman sekarang harus hati-hati pada saat sekarang dengan musim kering adanya El Niño Godzilla, Kedelai itu butuh air pas umur 30-50 HST buat pengisian polong. Kemarau panjang = polong kempes, hasil anjlok 50-70%. Inilah yang bikin petani trauma tanam pada tahun 2015 & 2023. Sehingga jangan sampai terulang kembali.(red/adpar)