
Caption : Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Maula Akbar Mulyadi Putra, S.I.Pol bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.(foto Istimewa)
KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Peringatan ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat.
Hari Tatar Sunda akan selalu diperingati setiap 18 Mei, dimulai tahun ini. Penetapan Hari Tatar Sunda telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda.
Dalam Pergub itu disebutkan peringatan Hari Tatar Sunda meliputi kirab, yaitu prosesi perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya dengan mengusung tema budaya dan Sawala. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam rangka silaturahmi dan membangun kolaborasi.
Terkait hal tersebut Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi kesejahteran rakyat(kesra) Maula Akbar Mulyadi Putra, S.I.Pol saat di minta tanggapannya menyambut baik serta memberikan apresiasi dan dukungan atas Penetapan Hari Tatar Sunda tersebut.
Lebih lanjut dikatakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)ini, melalui Milangkala Tatar Sunda di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang akrab di sapa KDM agar masyarakat terus menghidupkan budaya Sunda di wilayah masing-masing,tuturnya.
Leluhur sudah mencatat sejarah bahwa dahulu kala kita adalah bangsa yang besar serta berdaulat, mungkin sekarang waktunya kita merenung serta menerapkan kembali nila-nilai yang sudah diajarkan oleh leluhur kita tentang tata kelola berbagai hal agar kita dapat terus berjaya dan berdaulat ditengah hamparan nusantara yang istimewa ini.
Menurut Aa Ula sapaan akrab Maula Akbar Wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat 10 meliputi Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang ini.dengan adanya Hari Tatar Sunda hal ini dalam upaya melestarikan akar budaya sebagai benteng moral dan identitas ditengah perkembangan zaman yang modern.melalui penguatan budaya lokal menjadi hal yang harus terus dilakukan agar masyarakat, khususnya anak muda, tidak kehilangan akar dan jati dirinya sebagai urang Sunda.
Perkembangan teknologi dan budaya global saat ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, kata dia, ruang-ruang budaya seperti Milangkala Tatar Sunda harus menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bahwa Jawa Barat memiliki warisan budaya yang kaya dan bernilai tinggi.
Ditambahkannya di era globalisasi ini, generasi muda harus tetap memiliki identitas lokal. Kemajuan zaman memang tidak bisa dihindari, tetapi budaya Sunda jangan sampai ditinggalkan. Kegiatan seperti kirab budaya menjadi bagian penting untuk memperkenalkan sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap budaya daerah,pungkas legislator partai berlambang kepala burung garuda ini.(Red/AdPar)