
Caption : Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Goerge Edwin Sugiarto
KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,-- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengulirkan Program Sekolah Manusia Unggul (Maung).Langkah ini diambil KDM sapaan akrab orang nomor satu di Pemerintahan Dearah Provinsi(Pemdaprov) Jawa Barat ini menilai, saat ini kualitas sekolah negeri favorit mulai menurun.
Dalam upaya mensinergikana Program Sekolah Maung tersebut Pimpinan dan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, melakukan rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Ruang Rapat Komisi V, Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat,
Pada kesempatan Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat,yang membidngi Kesra Mendapatkan informasi dan data terkait implementasi Program Sekolah Unggul “Maung”dari Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Rapat kerja itu dihadiri anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat,Kang Goerge Edwin Sugiarto (Joss) menegaskan komitmennya untuk mengawal transformasi pendidikan melalui program Sekolah Maung (Manusia Unggul),tutur Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XII meliputi Kota/ Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu ini.
Ditambahkannya Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mendukung program Sekolah Maung (Manusia Unggul) harus menjadi momentum transformasi sekolah-sekolah di Jawa Barat menjadi institusi pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global,tutur Kang Joss sapaan akrab legislator partai berlambang kepala bufrung garuda ini.
Sekolah Maung akan diprioritaskan kepada siswa-siswi berprestasi, baik akademik maupun non akademik. Prestasi itu ada dua loh, prestasi akademik dan non-akademik. Artinya dia olahragawan, seniman, ya bisa belajar di sekolah Maung.
Jadi para siswa yang belajar di sekolah maung bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi di bidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah di situ,jelas Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat. ini.
"Program Sekolah Maung adalah ikhtiar Jawa Barat untuk mendorong sekolah berkualitas sesuai amanat Perda No. 5 Tahun 2017 mengenai pemastian pendidikan yang berkualitas, bermutu, dan merata. Harapan kita, program ini menjadi pilot project bagi sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kompetensinya. Ultimate goal-nya adalah melahirkan sekolah dan siswa-siswi yang benar-benar berkualitas," pungkas (Red/AdPar)
