
Caption : Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H.M.Hasbullah Rahmad S.Pd,M.Hum
KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,-- Tingginya angka kasus yang berkaitan dengan penyimpangan seksual dinilai berdampak langsung pada ketahanan keluarga, terutama terhadap anak-anak.Didasarkan pada dinamika sosial terkini.
Sehingga memang perlu dan sudah sangat mendesak. Diharapkan dengan adanya Raperda tersebut bisa menjawab persoalan soal perilaku seksual menyimpang dampak negatif era digital saat ini.
Terkait hal tersebut Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H.M.Hasbulah Rahmad S.Pd,M.Hum .mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan Pembuatan Raperda mengenai perlindungan keluarga dari perilaku seksual menyimpang atau LGBT hingga dampak negatif era digital ini sebagai tindak lanjut dari hasil audiensi dengan Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia yang mendesak dibentuknya aturan tersebut karena resah akan kondisi sosial saat ini,” ujarnya Senin 4 mei 2026.
Lebih lanjut dikatakan Bang Hasapaan akrab Hasbullah Rahmad legislator dari PAN Raperda tersebut akan diusulkan sebagai inisiatif DPRD, khususnya Komisi V, dan ditargetkan masuk dalam Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.
Urgensi pembentukan aturan ini, tidak hanya didasarkan pada dinamika sosial terkini. Tetapi juga karena sejumlah kabupaten/kota di Jabar telah lebih dulu memiliki regulasi serupa.
“Sehingga memang perlu dan sudah sangat mendesak. Diharapkan dengan adanya Raperda tersebut bisa menjawab persoalan soal perilaku seksual menyimpang dampak negatif era digital saat ini,” ucapnya.
Bang Has berharap regulasi ini dapat menjadi instrumen preventif dalam meminimalkan dampak negatif penggunaan teknologi di lingkungan keluarga.,kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar VIII meliputi Kota Bekasi dan Kota Depok
Ia meyakini, keluarga yang adaptif dan tangguh secara digital akan berkontribusi besar dalam membentuk generasi Jawa Barat yang berkualitas,tutur Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat ini.
“Ketahanan keluarga di era digital adalah fondasi penting bagi masa depan. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi justru dapat menjadi sarana untuk memperkuat nilai, kedekatan, dan kualitas interaksi dalam keluarga,” pungkasnya.(Red/AdPar)