Notification

×

Iklan

Iklan

RUPST Bank BJB Pemegang Saham Tunjuk Ayi Subarna Jadi Dirut, Susi Pudjiastuti, Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 21:50 WIB Last Updated 2026-04-28T14:50:08Z


KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,-PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB/BJBR) resmi menyepakati perubahan jajaran pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar Selasa (28/4/2026).


Dalam keputusan rapat tersebut, pemegang saham menunjuk Ayi Subarna sebagai Direktur Utama Bank BJB. Sebelumnya, Ayi menjabat Direktur Operasional dan Teknologi Informasi serta sempat menjalankan tugas pimpinan setelah wafatnya Direktur Utama sebelumnya, Yusuf Saadudin, pada 14 November 2025.


Selain posisi direktur utama, RUPST juga menyetujui pengangkatan Asep Dani Fadillah sebagai Direktur Kepatuhan, Herfinia sebagai Direktur Operasional, serta Muhammad As'adi Budiman sebagai Direktur Teknologi Informasi.


Pada jajaran dewan komisaris, nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, resmi diangkat sebagai Komisaris Utama (Komut) Independen Bank BJB.


Sementara itu, Eydu Oktain Panjaitan juga ditunjuk sebagai Komisaris Independen perseroan.


Manajemen menyampaikan bahwa seluruh pengangkatan pengurus baru tersebut berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui proses Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK), serta memenuhi seluruh ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Perubahan susunan pengurus ini sekaligus menandai evaluasi lanjutan atas keputusan sebelumnya. Bank BJB diketahui sempat membatalkan pengangkatan beberapa nama hasil RUPSLB 16 April 2025, termasuk Wowiek Prasantyo alias Mardigu sebagai Komisaris Utama Independen, Helmy Yahya sebagai Komisaris Independen, serta Joko Hartono Kalisman sebagai Direktur Kepatuhan.


Langkah restrukturisasi ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola dan mempercepat strategi pertumbuhan Bank BJB di tengah persaingan industri perbankan nasional.


Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan keputusan RUPST tidak hanya menyangkut pergantian pengurus, tetapi juga arah baru penguatan kinerja bank daerah tersebut.



"Keputusannya pertama deviden pemegang saham mengalami kenaikan ditargetkan 900 miliar deviden bisa diterima pada pemegang saham baik saham seri A maupun seri B," ujar Dedi.


Ia juga menyoroti perubahan struktur organisasi yang kini diperkuat menjadi tujuh posisi strategis, termasuk pemisahan fungsi teknologi informasi dari operasional.


"Struktur jabatan menjadi 7 karena teknologi informasi harus independen, tidak boleh dia bergabung dengan operasional karena itu menyangkut aspek yang bersifat strategic, kepentingan bisnis BJB ke depan," katanya.


Direktur Utama Bank BJB, Ayi Subarna, menegaskan fokus utama manajemen ke depan adalah memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan kualitas kinerja bank.


"Alhamdulillah kebetulan pengangkatan hari ini, Dan intinya saya tetap melakukan penguatan pondasi bisnis yang ke depannya kita fokus meningkatkan kualitas aset, kualitas kredit yang harus selektif, kita akan jadikan bank transaksional ke depannya," ujar Ayi.


Ia menambahkan, kepengurusan baru ini menjadi momentum untuk melakukan perbaikan berkelanjutan tanpa terjebak pada capaian masa lalu.


"Ini juga menjadikan keberlanjutan dan memperbaiki ke arah lebih baik, jangan melihat ke belakang tapi harus ke depan," katanya.


Menurutnya, kombinasi komisaris dan direksi baru menjadi kekuatan penting untuk memperbaiki tata kelola perusahaan.


"Mungkin soal pemilihan direksi komisaris baru, jajaran baru Alhamdulillah ini sinergi yang luar biasa, kita ingin tata kelola diperbaiki juga dan intinya dengan kolaborasi ini jadi tantangan kami untuk memberikan yang terbaik buat stakeholder atau pemegang saham," tukasnya.***




×
Berita Terbaru Update