
Caption : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Maula Akbar bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (foto istimewa)
KABUPATEN PURWAKARTA.LENTERAJABAR.COM,- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menggagas ‘gentengisasi’ atau penggunaan atap genting pada bangunan. Hal itu sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang indah, sejuk, dan layak huni.
Merespon Program gentengisasi tersebut atau mengganti atap rumah dengan genteng dimulai dari Jawa Barat (Jabar).
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas langsung pengiriman genteng dari pabrik.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, Jabar menjadi pelaksana program gentengisasi karena dukungan ketersediaan produksi gentengnya. Selain di Purwakarta, produsen genteng juga ada di Majalengka dan Cirebon.
Menanggapi gagasan presiden tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Jabar 10 meliputi Kabupaten Purwakarta dan Karawang memberikan dukungan. Menurutnya, kebijakan itu juga selaras dengan arah pembangunan daerah di Jawa Barat membangun Jabar yang istimewa, lembur diurus kota ditata,yang menekankan pembangunan berkelanjutan, berkeadilan, dan berpihak pada ekonomi rakyat, ujarnya.
Program Gentengisasi tersebut, tentunya banyak memberikan manfaat, salah satunya untuk memajukan perekonomian.karena dengan banyak penggunaan genteng akan meningkatkan produksi seiring masif pembangunan berbagai sarana publik akan bertambah banyak.
Kondisi itu, tentunya menjadi momentum bagi pembangunan industri genteng, melalui Gentengisasi industri genteng akan bisa ada penambahan ini akan memberikan multi player effek terhadap perekonomian masyarakat.tutur Aa Maula sapaan akrab anggota Komisi V DPRD Jabar yang membidangi kesra ini.
Ini menjadi kesempatan bagi pengusaha dan UMKM genteng di Jabar khususunya Indramayu untuk kembali bangkit. Maruarar berpesan agar produksi genteng dapat dimaksimalkan dengan tetap menjaga kualitas dan harus bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI),dengan program gentengisasi diharapkan industri genteng di Jabar dapat kembali tumbuh.
Salah satu pabrik genteng PG. Padi Super yang berlokasi di Desa Pamoyanan Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta mendapat order untuk dikirimkan ke Hunian Warisan Bangsa Purwakarta milik Lippo Grup sebanyak 44.000 buah genteng.
Pemilik pabrik genteng Farid mengatakan, selama ini pabrik bermitra dengan 72 perajin genteng yang ada di Purwakarta. Kapasitas produksi setahun maksimal hanya 3 juta buah. Menurutnya jika kapasitas dapat dimaksimalkan maka kesejahteraan pekerja dan perajin genteng tradisional akan membaik.
Perajin genteng saat ini hanya berproduksi dua atau tiga kali sepekan sesuai permintaan pelanggan. Jika program gentengisasi berjalan, produksi siap dilakukan setiap hari.(Red/AdPar)