Notification

×

Iklan

Iklan

Polda Jabar Resmi Larang Perang Sarung dan Sahur on The Road, Ramadhan Bulan Berbuat Baik

Rabu, 18 Februari 2026 | 17:29 WIB Last Updated 2026-02-18T10:29:58Z

Caption :Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan (foto Istimewa)

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
, - Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan menyampaikan larangan terkait perang sarung, balap liar, hingga sahur on the road saat Ramadhan tahun ini. Kapolda Jabar meminta masyarakat menjaga ketertiban selama bulan suci dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum berbuat kebaikan bukan sebaliknya.


"(Ramadhan) ini bulan kita beramal, bulan kita menjaga ketertiban. Semuanya kita sama-sama melakukan hal baik di bulan penuh berkah. Jangan mengganggu orang lain," katanya di Mapolda Jabar, Rabu (18/2/2026).


Kegiatan seperti perang sarung dan balap liar, lanjutnya, berpotensi membahayakan keselamatan serta menggangu kenyamanan masyarakat, termasuk sahur on the road yang sering menimbulkan kerumunan dan gesekan.


"Penting saling menghormati dan menjaga suasana tetap kondusif. Mari perbanyak kegiatan positif dan mempererat solidaritas sosial selama Ramadhan. Selamat berpuasa," katanya.


Kapolrestabes Bandung, Kombes Budi Sartono mengatakan pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di Bandung selama Ramadhan.


"Ya, kami melarang kegiatan sahur on the road, karena memang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, termasuk gesekan antarkelompok. Lalu, konvoi kendaraan tam tertib, sampai potensi tindak pidana lainnya," katanya, Selasa (17/2/2026) di Mapolrestabes Bandung.


Budi menambahkan, pengalaman tahun-tahun lalu, bahwa kegiatan sahur on the road sering disalahgunakan menjadi ajang konvoi, ugal-ugalan, hingga penggunaan knalpot brong, dan tawuran antarkelompok remaja.


"Jadi, kami imbau kepada masyarakat Kota Bandung, khususnya generasi muda laksanakan sahur dengan kegiatan positif lainnya di lingkungan masing-masing. Tak perlu turun ke jalan secara berkelompok," ujarnya


Polisi juga meningkatkan patroli selama Ramadhan untuk mengantisipasi adanya aksi balap liar yang sering muncul menjelang waktu sahur atau setelah Salat Subuh.


"Kami akan tingkatkan patroli skala besar di titik-titik rawan di Bandung dengan menggandeng TNI dan unsur pemerintah daerah dalam operasi gabungan," katanya 


Budi menegaskan, pihaknya tak segan menindak tegas pelaku balap liar sesuai aturan yang berlaku, sekaligus kendaraannya akan disita dan pelaku bisa dikenakan sanksi tilang maupun pidana jika terbukti membahayakan keselamatan orang lain.


"Kami akan intensifkan kegiatan preventif, seperti penyuluhan ke sekolah-sekolah dan komunitas pemuda untuk mengedukasi bahaya balap liar dan tawuran. Kami mengajak para orangtua turut awasi anak-anaknya, utamanya pada malam hingga dini hari. Sebab, peran keluarga sangat penting. Pastikan anak-anak ada di rumah pada jam-jam rawan," katanya


Kemudian, lebih lanjut Budi mengatakan selama Ramadhan pengamanan akan dilakukan secara humanis, namun tetap tegas pada pelanggaran hukum, agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyamana, khusyuk, dan tertib," pungkasnya.(***)




×
Berita Terbaru Update