![]() |
| Caption : Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H.Tedy Rusmawan, A.T.,MM |
KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H.Tedy Rusmawan, A.T.,MM yang membidangi pembangunan salah satunya perhubungan angkat bicara tekait moda trasportasi angkutan darat khusnya bis dan elf yang di gunakan warga Jawa Barat untuk melaksanakan hari raya idul fitri/ lebaran 2026 atau 1447 Hijriah.
Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Provinsi Jawa Barat,menghimbau Dinas Perhubungan(Dishub) Jawa Barat untuk proaktif melakukan persiapan menjelang Angkutan Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah.Dengan melakukan ramp check atau inspeksi keselamatan lalu lintas angkutan jalan bis-bis yang ada di terminal-terminal dalam upaya menimalisasi potensi kecelakaan,tutur wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat 1 Meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi ini kepada lenterajabar.com saat dihubungi di ruang kerja DPRD Jabar Jal.Diponegoro no 27 Kota Bandung Senin 23 Febuari 2026.
Lebih lanjut dikatakan kang Tedy sapaan akrab pria berkacamata ini,jadi sejak di awal ramadan ini dilakukan pengecekan secara bertahap,jangan sampai ketika menjelang hari-H tidak ada yang tercaver atau tercek untuk itu,kita mendorong dishub melakukan kerjasama dengan dishub kabupaten dan kota untuk melakukan pengecekan sejak awal dan memastikan bahwa standar itu dilakukan secara ketat,kita berharap ada zero acciden di idul fitri tahun ini,tutur Sekretaris Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat ini.
saat ditanya tentang mekanisme kerja tim pengecekan,legislator partai berlambang dua buah bulan sabit yang mengapit satu tangkai padi tegak lurus ini mengungkapkan,Dishub provinsi membuat surat edaran kepada Dishub kabupaten dan Kota sejak awal,ujarnya seraya menerangkan kenapa dilakukan sejak awal karena biar semua bisa tercaver,bisa tercek dan itu langsung memberikan sinyal kepada para pengusahanya bahwa ini mobil sudah tidak layak kadang kala boleh jadi diujung itu biasanya orang karena kebutuhan semua mobil dikeluarin,kalau sekarang ada yang tidak standar seperti remnya bisa dilakukan perbaikan justru lebih aman dari sekarang,ungkap Kang Tedy.
saat diminta tanggapanya bila ada mobil yang tidak laik jalan tetapi tetap beroperasi sehingga terjadi akciden apa himbauan DPRD Jabar,diungkapkan kang Tedy justru sejak awal ada himbauan itu para pengusaha bias memperbaiki armadanya seperti rem sesuai sop dengan mengecek cakramnya dan lain sebagainya.
Menurutnya berdasarkan data yang didapat 90 persen dari kebayakan kejadian kecelakaan itu di sebabkan rem blong.Selain itu juga pihak Dishub untuk memperhatikan dengan memberbayak rambu-rambu dan marka jalan di jalan provinsi, selain itu juga kang Tedy meminta jalan nasional juga diperhatikan marka jalan dan rambu-rambunya lebih baik lagi oleh pemerintah,sehingga hal ini diharapkan dapat menimalisir kecelakaan.
Kang tedy juga menginggatkan berdasarkan data BMKG sampai dengan bulan maret akhir masih masuk kedalam musim hujan,sehingga kesiapan kendaraan trasportasi publik kita baik itu bis maupun elf itu harus menjadi perhatian yang serius oleh karena kondisi jalan jalan licin.
Terkait adanya program mudik yang di fasilitasi pemerintah maupun perusahaan,kang Tedy memberikan apresiasi dan mendukung hal tersebut karena moda tarsportasi yang digunakan tentunya sudah di lakukan seleksi,namun ada hal paling penting yang mendapat perhatian adalah personal pengendara atau sopirnya harus di cek betul kondisinya prima untuk menjalankan mudik bareng karena membawa nama pemerintah walaupun semua harus prima untuk zero akciden.
Sampai saat mudik bareng ini 100 persen aman belum ada terdengar kejadian sampai kecelakaan justru sinyal, arahan ataupun ajakan kita dari DPRD ini menjadi konsen kita karena menyangkut nyawa manusia,kenyamanan dan keamanan ini penting sekali di perhatikan.Mudah-mudahan kendaraan yang berangkat dari Jawa Barat ini dalam keadaan aman dan kembali lagi ke Jawa Barat dalam kondisi aman,pungkas politisi penyuka olahraga tenis meja ini.(Red/AdPar)
