Notification

×

Iklan

Iklan

Komisi IV DPRD Jabar Sambangi Pemkot Cimahi, Tedy Rusmawan : Bahas Pembangunan Underpass Gatsu

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:38 WIB Last Updated 2026-02-20T14:55:47Z

Caption : Anggota Komisim IV DPRD Provinsi Jabar H. Tedy Rusmawan, A.T.,MM


KOTA CIMAHI.LENTERAJABAR.COM
,-   Proyek pembangunan Underpass di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kota Cimahi, dipastikan bakal mulai dikerjakan awal Maret 2026. Proyek bernilai Rp100 miliar yang digarap Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu ditargetkan rampung pada Desember 2026.


Berkaitan dengan hal itu Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jabar Raden Tedi,ST,MM dan anggota H. Tedy Rusmawan, A.T.,MM mengunjungi Pemkot Cimahi untuk membahas pembangunan Underpass Gatsu tersebut dan diterima langsung oleh Wakil Walikota  Adhitia Yudisthira, S.E., Ak., CA. beserta jajarannya,Rabu, 18 Februari 2026.


Komisi IV DPRD Provinsi Jabar yang membidangi pembangunan berkunjung ke pemkot Cimahi bertujuan  untuk mengetahui sampai sejauh mana persiapan untuk mendukung Proyek pembangunan Underpass Gatot Subroto tersebut.


Pada pertemuan tersebut Komisi IV DPRD Provinsi Jabar mendapatkan penjelasan Pemkot Cimahi telah menyiapkan langkah pendukung demi kelancaran proyek tersebut. Salah satunya adalah skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan selama proses pembangunan berlangsung,dan mohon doanya dari warga agar bisa berjalan lancar ungkap H .Tedy Rusmawan wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar 1 meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi ini.



Wakil Walikota  Adhitia Yudisthira menyatakan pembangunan Underpass Gatot Subroto bertujuan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, mengurai kemacetan, serta memperlancar arus kendaraan di kawasan tersebut.


"Pembangunan underpass ini merupakan implementasi amanat peraturan perundang-undangan di bidang transportasi, guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi sistem transportasi perkotaan," katanya.


Menurutnya Selain itu, pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto merupakan bagian dari dukungan daerah terhadap program strategis nasional, khususnya pengoperasian Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB).


Ditambahkannya adapun tujuan utama pembangunan terowongan tersebut meliputi peningkatan keselamatan lalu lintas dengan menghilangkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang serta penguraian kemacetan yang kerap terjadi akibat frekuensi perjalanan kereta api termasuk Kereta Feeder KCJB.


Pembangunan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu tempuh, terutama untuk mendukung akses layanan kesehatan menuju Rumah Sakit Dustira serta optimalisasi kinerja transportasi jalan dan kereta api melalui pemisahan jalur yang aman dan efisien.


Pelaksanaan fisik pembangunan underpass diharapkan sudah bisa dimulai per 1 Maret 2026.Sesuai target Pemprov Jabar, pengerjaan proyek tersebut berlangsung sekitar 10 bulan dan di bulan Desember 2026 mendatang sudah selesai.(Red/AdPar)

×
Berita Terbaru Update