Notification

×

Iklan

Iklan

Raden Tedi Apresiasi Keseimbangan Pembangunan Infrastruktur dan Pelestarian Alam di Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 20:01 WIB Last Updated 2026-01-22T22:15:09Z

Caption : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat H.Raden Tedi ST,MM.(foto Ist)


KOTA BANDUNG,LENTERAJABAR.COM
,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan berkomitmen membangun infrastruktur sejalan dengan upaya pelestarian alam pada tahun pertama pemerintahannya. Oleh karena itu, sejumlah program pembangunan infrastruktur telah dituntaskan beriringan dengan program pelestarian alam.


Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat H.Raden Tedi ST,MM,memberikan dukungan dan apresiasi terhadap komitmen Gubernur KDM tersebut,tutur legislator yang membidangi pembangunan ini mengungkapkan.


Lebih lanjut dikatakan Kang Tedi sapaan akrab Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) ini,  Pembangunan Jawa Barat untuk masa mendatangg sebagiamana di visi misi dan 9 program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan diarahkan melalui suatu langkah yang kuat dan menyeluruh yaitu "Jawa Barat Istimewa,Lembur Diurus,Kota Ditata",tuturnya


Menurut legislator partai berlambang matahari putih dengan 32 pancaran sinar ini.Pembangunan dan pemeliharaan jaringan jalan harus menjadi prioritas. Infrastruktur jalan yang baik dan saling terhubung akan sangat membantu kelancaran transportasi, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,kata kang Tedi.


Berdasrkan data kondisi jalan di Jabar , pada tahun lalu. Panjang jalan di Jabar yang direkonstruksi mencapai 223 kilometer dengan anggaran Rp1,2 triliun pada 2025.


Pemeliharaan jalan berkala juga dilakukan. Dengan anggaran Rp520 miliar, jalan sepanjang 211 kilometer di Jabar mendapat pemeliharaan berkala. 


Pemprov Jabar  juga memperlebar ruas jalan. Sepanjang 4,7 kilometer jalan diperlebar dengan anggaran Rp6,1 miliar.


Selain itu, pada 2025, dilakukan pembangunan jalan di Kota Bekasi dan Kabupaten Sukabumi. Panjang jalan yang dibangun di Kabupaten Sukabumi mencapai 6,6 kilometer dan di Kota Bekasi 0,4 kilometer.


Tak hanya jalan, pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan juga meliputi pembangunan jembatan. Terdapat 11 unit jembatan yang diganti dengan anggaran Rp94 miliar. 


Pembangunan penerangan jalan umum (PJU) pun dilakuan. Terdapat 16.043 PJU yang dibangun pada tahun lalu yang menelan dana Rp493 miliar.

Pemasangan sambungan listrik juga telah dirampungkan dengan total 76.038 satuan sambungan.


Penguatan infrastruktur menjadi fokus untuk mendukung kehidupan yang layak bagi masyarakat. "Dengan infrastruktur yang memadai, kebutuhan sektor pendidikan, kesehatan hingga perekonomian dapat terpenuhi dengan baik,"katanya.


Sejalan dengan pembangunan infrastruktur, program-program pelestarian lingkungan juga telah rampung dilaksanakan pada 2025. yakni peremajaan perkebunan teh dilaksanakan di Kebun Teh Malabar, Kabupaten Bandung, seluas 5 hektare dan Kecamatan Ciater, Subang, seluas 5 hektare.


Selain itu pemprov merehabilitasi hutan seluas 1,2 hektare dan mereboisasi 7,8 hektare hutan bambu.


Upaya pelestarian lingkungan juga meliputi normalisasi sungai, situ dan embung. Terdapat 17 sungai, 55 situ, 1 oxbow, dan 2 embung yang dinormalisasi sepanjang 2025. Dibangun juga pos pantau curah hujan, pos duga air, pos hidrologi dan sumur bor. Total anggaran yang digunakan untuk semua pembangunan itu mencapai Rp168 miliar.


Normalisasi sungai, situ, embung dilakukan untuk mencegah meluapnya air sungai sehingga mengakibatkan banjir. Upaya penting lain dalam melestarikan lingkungan yang terlaksana tahun lalu yaitu pembebasan dan pengelolaan mata air.Kegiatan tersebut dilakukan di dua wilayah sungai dengan biaya Rp1,2 miliar.(Red/AdPar)


×
Berita Terbaru Update