Notification

×

Iklan

Iklan

Pangdam III/Slw Pimpin Pengamanan Kunker Presiden Prabowo di Panen Raya Padi Karawang

Kamis, 08 Januari 2026 | 14:59 WIB Last Updated 2026-01-08T07:59:23Z


KARAWANG.LENTERAJABAR.COM
, – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu Pengamanan (Pangkogasgabpad), memimpin langsung pengamanan Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada kegiatan Panen Raya Padi yang berlangsung di Dusun II Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (07/01/2026).


Pengamanan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan Presiden berjalan aman, tertib, dan lancar. Mayjen TNI Kosasih menegaskan bahwa pengamanan VVIP merupakan tugas kehormatan yang harus dilaksanakan secara profesional, penuh tanggung jawab, dan sinergis antar instansi.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengingat saudara-saudara sebangsa yang terdampak musibah di berbagai daerah, seperti Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, dan wilayah lainnya. Ia menyampaikan kebanggaannya atas semangat gotong royong dan pengabdian seluruh elemen bangsa, termasuk TNI, Polri, dan para relawan.


“Kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat, bangsa yang berkemampuan, dan bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Presiden RI.



Pada momentum Panen Raya tersebut, Presiden Prabowo juga mengumumkan secara resmi bahwa Indonesia kembali berhasil menjadi bangsa yang swasembada pangan dan menekankan pentingnya kewaspadaan, keberanian mengoreksi diri, serta kesungguhan dalam mengelola kekayaan alam demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.


Keprihatinannya atas kondisi di mana negara yang kaya sumber daya alam masih memiliki rakyat yang hidup dalam kemiskinan, ketergantungan pada impor pangan selama ini tidak dapat diterima oleh akal sehat dan rasa keadilan.


“Saya bukan orang pintar, saya tidak punya gelar profesor, tetapi saya bisa melihat mana yang benar dan mana yang tidak benar, mana yang masuk akal dan mana yang tidak masuk akal. Karena itu saya akan terus berjuang,” tegas Presiden.


Pada kesempatan itu juga, Presiden RI mengingatkan kembali jati diri TNI sebagai tentara rakyat yang lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat sejak masa perjuangan kemerdekaan dam menekankan bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada persatuan, kemandirian, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat. (Red/Pen) 

×
Berita Terbaru Update