KABUPATEN CIREBON.LENTERAJABAR.COM,-- Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti berbagai kebutuhan dalam upaya mengoptimalkan potensi produksi garam di Jawa Barat.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto menyampaikan, saat ini Jawa Barat tercatat sebagai produsen garam terbesar ketiga di Indonesia yang menunjukkan peran strategis provinsi dalam peta produksi garam nasional.
"Potensi yang kita miliki sangat luar biasa dalam sektor kelautan dan perikanan, khususnya para petambak garam," ujar Bambang saat melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelaksana Pergaraman Kapetakan, Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Utara, Kabupaten Cirebon, Selasa (27/01/2026).
Meskipun memiliki potensi besar, Bambang menjelaskan bahwa dari hasil kunjungan tersebut, beberapa aspek krusial masih perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, antara lain:
1. Optimalisasi Sarana dan Prasarana: Infrastruktur pendukung di lapangan dinilai masih belum maksimal dan membutuhkan perhatian serius.
2. Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM): Diperlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan agar kapasitas petani garam bisa meningkat.
3. Penerapan Teknologi Tepat Guna: Kualitas garam Jawa Barat diyakini bisa bersaing lebih tinggi jika didukung dengan pendekatan teknologi yang tepat dalam proses produksi.
4. Integrasi Permodalan: Dukungan finansial bagi para pelaku usaha garam menjadi komponen penunjang yang krusial.
Bambang juga menegaskan bahwa apabila seluruh komponen mulai dari sarana dan prasarana, SDM, teknologi, hingga permodalan dapat terintegrasi dengan baik, potensi yang dimiliki Jawa Barat tidak hanya akan unggul dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas hasil produksi.
“Harapan kita, komitmen ini dibangun bersama untuk kemajuan Jawa Barat dan yang paling utama adalah demi kesejahteraan masyarakat petani garam pada khususnya,” tutup Bambang.*
