
Caption : Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi
BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, Dalam kegiatan sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Jawa Barat bersama IPKB Jabar mengungkapkan upaya memperkuat ketahanan keluarga terus menjadi perhatian pemerintah, terutama di tengah meningkatnya tantangan perkembangan remaja yang kompleks.
Lebih lanjut dikatakan Dadi pentingnya kehadiran ayah sebagai figur sentral dalam proses pengasuhan. keterlibatan ayah bukan lagi sekadar anjuran moral, melainkan kebutuhan strategis dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter.
Dadi menjelaskan bahwa tema akhir tahun ini dipusatkan pada Gerakan Ayah Mengambil Rapot Anak ke Sekolah (GEMAR). Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Nomor 14 Tahun 2025, yang mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk menerbitkan regulasi serupa di daerah masing-masing.
Menurutnya, struktur keluarga modern menunjukkan perubahan signifikan. Peran ayah kini tidak berhenti pada pekerjaan mencari nafkah, tetapi juga meluas pada aktivitas harian seperti mengantar anak ke sekolah, mendampingi mengerjakan tugas, serta memantau kesehatan mental mereka. Dadi menegaskan bahwa kehadiran ayah di kehidupan anak memberikan stabilitas emosional sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi keluarga.
Menurut Dadi, data UNICEF menunjukkan lebih dari 20 persen anak Indonesia mengalami fatherless, yaitu kehilangan figur ayah meski secara fisik tinggal serumah. Kondisi itu, katanya, berdampak pada menurunnya komunikasi keluarga dan munculnya masalah kesehatan mental remaja.
Selain itu, 33 persen remaja tercatat memiliki isu kesehatan mental, mulai dari stres hingga mudah merasa tidak aman (insecure). Dadi menyoroti pula fenomena penyalahgunaan staycation di apartemen oleh remaja serta meningkatnya risiko pergaulan bebas. “Kalau ayah tidak hadir, anak mencari figur lain di luar, termasuk yang berpotensi memberi pengaruh negatif,” ujarnya.
BKKBN juga menyoroti data bahwa 37 persen anak usia 0–17 tahun diasuh lengkap oleh kedua orang tua, sisanya oleh orang tua tunggal atau keluarga lain. Kondisi itu, katanya, menambah urgensi penguatan peran ayah agar generasi muda tidak menjadi “lose and lost generation”.
Melalui GATI dan GEMAR, BKKBN Jabar mendorong transformasi pola pengasuhan agar ayah dan ibu berkolaborasi menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, komunikatif, dan suportif. "Kami ingin tumbuh kembang anak menjadi optimal. Ayah dan ibu harus hadir bersama dengan kerja keras, ketulusan, dan kepedulian,” kata Dadi.
Ia pun menyatakan apresiasi kepada media dan jaringan organisasi profesi yaitu Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jabar yang terus mengawal program Bangga Kencana di Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga memberikan penghargaan kepada komunitas ayah teladan dari Garut dan Mas Berto dari Kabupaten Bandung Barat.(red/**)