![]() |
| Caption : Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Mayjen (Purn) Dr.H. Taufik Hidayat, SH, MH (Foto Istimewa) |
Keberadaannya sebagai pengingat abadi nilai-nilai kepahlawanan dan pengorbanan bangsa. Selain patung, pada momen yang sama turut diresmikan nama jalan baru di Kabupaten Bandung, yakni Jalan Jenderal Soedirman. Nama jalan baru tersebut disematkan pada lokasi yang sama dengan keberadaan patung Jenderal Sudirman di Jalan Bojong itu.
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Mayjen (Purn) Dr. H. Taufik Hidayat, SH, MH menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pembangunan patung yang digagas oleh Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Letjen TNI Iwan Setiawan. Menurutnya, kehadiran monumen tersebut menjadi simbol semangat perjuangan dan nasionalisme yang lahir dari tanah Soreang.
Legislator partai berlambang burung garuda ini mengapresiasi apa yang diinisiasi oleh Komandan Pussenif, Letjen TNI Iwan Setiawan. Dengan diresmikannya monumen Patung Jenderal Soedirman, sekaligus peresmian Jalan Soedirman yang sebelumnya bernama Jalan Bojong, inilah simbol perjuangan dari Soreang,tutur wakil rakyat dari daerah pemilihan 2 Kabupaten Bandung ini.
Patung Jenderal Soedirman berdiri megah di kawasan strategis Soreang. Kehadiran patung ini menjadi penanda baru yang mencerminkan semangat pantang menyerah sang Panglima Besar, sekaligus memperkuat identitas sejarah dan nilai-nilai kepahlawanan di wilayah Kabupaten Bandung.
Kang Taufik sapaan akrab peraih gelar doktor bidang hukum ini,mengajak masyarakat Jawa Barat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan.
"Mari kenang jasa pahlawan, teruskan perjuangan dengan hati yang merdeka. Indonesia tidak akan pernah berhenti berjuang selama api kepahlawanan tetap menyala dalam diri kita," ungkap purnawirawan jendral bintang dua ini penuh semangat.
Dengan diresmikannya Patung dan Jalan Jenderal Soedirman, kawasan Soreang diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bandung, tetapi juga simbol semangat perjuangan yang hidup di tengah masyarakat Jawa Barat.(Red/AdPar)
