Notification

×

Iklan

Iklan

Anggota Komisi V DPRD Jabar Irpan Haeroni Dorong Pelaksanaan MPLS yang Partisipatif

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:54 WIB Last Updated 2025-07-22T01:00:02Z

Caption :  Anggota Komisi V DPRD Jabar, H.Irpan  Haeroni, SM.(foto Istimewa)


KABUPATEN BEKASI.LENTERAJABAR.COM
,- Anggota Komisi V DPRD Jabar, H.Irpan  Haeroni, SM yang membidangi Kesra salah satunya bidang pendidikan mengungkapkan pentingnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang partisipatif dan edukatif bagi seluruh siswa baru di jenjang SD hingga SMA/SMK,ujar Politisi partai berlambang kepala burung garuda ini. 


Wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar 9 Kabupaten Bekasi ini menegaskan bahwa MPLS harus menjadi momen positif yang mendorong semangat belajar, mengenalkan budaya sekolah, dan membangun rasa percaya diri siswa, bukan ajang perploncoan atau intimidasi,tegas bang haji Irpan sapaan akrab Ketua Tani Merdeka Kabupaten Bekasi ini.


Lebih lanjut dikatakan bang Irpan,setiap tahun ajaran baru, MPLS menjadi titik awal yang menentukan kesan pertama anak terhadap sekolah. Karena itu, penting bagi kita untuk memastikan bahwa pelaksanaannya bersifat partisipatif, ramah anak, dan jauh dari kekerasan,tuturnya.


Kegiatan MPLS harus dirancang sebagai ajang pengenalan yang menyenangkan. Menurutnya, sekolah perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari guru, siswa senior, hingga orang tua dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Dengan pendekatan kolaboratif, diharapkan MPLS dapat menjadi ruang belajar awal yang mengedepankan nilai inklusif, toleransi, serta membangun relasi sosial yang positif.


Sekolah dan Dinas Pendidikan harus memastikan bahwa semua unsur berperan aktif. Ini bukan hanya tanggung jawab guru, tapi juga siswa senior yang menjadi panutan bagi adik-adiknya, serta orang tua sebagai mitra pendidikan,tegas Bang Irpan. 


Ia juga mengingatkan bahwa kasus-kasus perundungan masih menjadi tantangan serius di dunia pendidikan. Karena itu, ia menilai perlu adanya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan MPLS agar tidak menyimpang dari tujuan utamanya.


MPLS harus bebas dari unsur kekerasan, baik fisik maupun verbal. Jika ada bentuk perpeloncoan, itu pelanggaran dan harus ditindak,katanya seraya menambahkan Ia meminta pihak sekolah untuk mengedepankan pendekatan psikologis dan nilai-nilai karakter dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Selain itu, Bang Irpan juga mendorong pelatihan bagi guru dan siswa senior agar mampu menjadi fasilitator yang mendukung proses adaptasi siswa baru secara positif.pungkas Ketua Syarikat Islam Kabuopaten Bekasi ini.(Red/AdPar) 

×
Berita Terbaru Update