Notification

×

Iklan

Iklan

Digelar “Istighotsah Kubro”, Doa untuk Jawa Barat yang Kondusif, Aman dan Nyaman

Sabtu, 09 Maret 2024 | 21:20 WIB Last Updated 2024-03-09T14:20:10Z

Caption : Doa bersama bertajuk “Istighotsah Kubro Jawa Barat” berlangsung khusyuk dan khidmat di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (9/3/2024). 


KOTA BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
, -- Umat muslim berkumpul dan memanjatkan doa bersama bertajuk “Istighotsah Kubro Jawa Barat” berlangsung khusyuk dan khidmat di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (9/3/2024). 


Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada MUI Jawa Barat dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jabar, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat serta umat yang hadir dalam istigasah tersebut.   


Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, pelaksanaan “Istighotsah Kubro Jawa Barat” sebagai wujud doa dan harapan kita bersama agar Jabar terus dalam lindungan-Nya. 


"Semoga segala kebaikan yang kita ikhtiarkan pada hari ini bernilai amal pahala dan membuahkan kemaslahatan untuk seluruh masyarakat Jawa Barat," ucap Bey Machmudin dalam sambutannya yang dibacakan Plh Asda I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar. 


Di balik keindahan alamnya yang memukau, Jabar memiliki potensi bencana yang perlu diwaspadai baik itu banjir, tanah longsor, gempa bumi maupun bencana alam lainnya sehingga masyarakat dituntut harus selalu siap dan waspada. 


"Upaya mitigasi, penanggulangan, dan pemulihan harus terus ditingkatkan. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan pun harus terus menjadi perhatian," kata Dodo. 


Dalam doa bersama itu hadir pula sejumlah ulama, di antaranya KH Abdullah Gymnastiar, Rafani Akhyar, Ajam Mustajam, Ii Abdul Basith serta dimeriahkan dengan kehadiran musisi Armand Maulana.  


"Seiring dengan potensi bencana di Jabar, kondisi cuaca di puncak musim penghujan seperti saat ini dan isu perubahan iklim kian menjadi tantangan yang harus kita hadapi dengan bijak dan tanggap,” imbuhnya. 


Dodo juga mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa bersama dan menyatukan hati agar Jabar menjadi provinsi yang unggul dan menjadi tempat tinggal yang kondusif, aman, dan nyaman. 


"Melalui semangat kebersamaan, insyaallah Jabar akan terus maju dan berkembang. Semoga istigasah kubra yang kita laksanakan pada pagi ini menjadi sarana penguatan iman dan takwa kita kepada Allah SWT serta menjadi momentum introspeksi dan pembenahan diri bagi kita semua," tuturnya. 


Bey Machmudin dalam sambutannya juga mengucapkan selamat menyambut bulan suci Ramadan 1445 Hijriah yang penuh dengan keberkahan. 


Ia mengimbau bahwa perbedaan mungkin terjadi dalam menentukan awal bulan Ramadan yang disebabkan oleh perbedaan metode hisab atau pengamatan bulan. 


Bey berpesan agar masyarakat selalu mengedepankan sikap saling menghormati dan toleransi antar sesama umat muslim sehingga hal ini menjadi peluang untuk memperkuat persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan. 


Sementara itu Ketua MUI Jabar Rachman Syafe'i menuturkan bahwa salah satu tujuan dari istigasah kubra, yaitu persatuan dan kesatuan dalam rangka menghadapi bulan Ramadan. 


"Kita mengharap ikatan silaturahmi di antara kita menjelang Ramadan ini mendapat rida dari Allah SWT serta keberkahan yang pada waktunya mendapatan kekhususan dan ketenangan,” kata Rachman. (rie/red)

×
Berita Terbaru Update