Notification

×

Iklan

Iklan

Bey Machmudin Dorong Wajib Belajar 12 Tahun, Pastikan SMA/SMK Negeri di Kabupaten Bekasi Gratis

Kamis, 05 Oktober 2023 | 20:11 WIB Last Updated 2023-10-08T03:28:48Z


Caption : Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin (baju putih)  saat berdialog dengan Forkopimda dan perwakilan Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi, di Pendopo Guesthouse, Satpol PP, Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, Kamis, (5/10/2023). 

KABUPATEN BEKASI.LENTERAJABAR.COM, -- Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang ada di Kabupaten Bekasi tidak berbayar alias gratis.


Hal ini dijelaskannya saat kunjungan perdananya ke Kabupaten Bekasi sekaligus bertemu dan berdialog dengan Forkopimda dan perwakilan Tokoh Masyarakat, di Pendopo Guesthouse, Satpol PP, Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, pada Kamis, (5/10/2023). 


Dalam pertemuan ini Bey didampingi Pj Bupati Dani Ramdan,Kepala Kesbangpol Jawa Barat, Iip Hidayat,Kepala DPMD Dicky Saromi dan dihadiri oleh Kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bekasi.


“Saya ingin mendengarkan pak, apakah masih ada iuran atau pungutan, untuk siswa SMA atau SMK khususnya, karena itu kan (kewenangannya) ada di kami, di Pemprov,” ungkapnya dalam dialog.


Bey Machmudin menjelaskan hal ini menjadi penting, karena Pemprov hari ini tengah mendorong Wajib Belajar 12 tahun. Khususnya bagi mereka warga Kabupaten Bekasi yang ada di usia sekolah.


“Karena kita harus mendorong Wajib Belajar 12 tahun pak,” ungkap Mantan Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ini.


Menurut Bey, angka partisipasi sekolah secara nasional di Jawa Barat masih terbilang harus terus dimaksimalkan.


“Jadi tingkat partisipasi anak sekolah itu menurun pak, jadi saya tidak dapat membayangkan kalau ditambah iuran dan pungutan itu pasti akan menurun lagi tingkat partisipasi anak sekolah,” katanya.


Dia mengharapkan dengan bantuan Pemkab Bekasi dan tokoh masyarakat dalam memastikan hal ini ke depannya tingkat partisipasi sekolah 12 tahun wajib belajar ini bisa terjaga.


“Dan dengan tingkat partisipasi yang minimal angkanya tidak berkurang pak, syukur-syukur bisa meningkat,” pungkas pria kelahiran Kota Cirebon 15 April 1970.(rir/red)

×
Berita Terbaru Update