.

Tedy Rusmawan Ingatkan Falsafah Hidup dalam Tausiah di RSUD Bandung Kiwari

KET. FOTO: Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., mengisi tausiah bagi pegawai RSUD Bandung Kiwari, Rabu (7/12/2022). Robby/Humpro DPRD 

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
, -- Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., mengisi tausiah bagi pegawai RSUD Bandung Kiwari, Rabu (7/12/2022).

Dalam tausiah itu, Tedy mengingatkan kembali para jemaah terkait falsafah hidup, di tengah angka statistik rata-rata angka harapan hidup warga Bandung yang menyentuh 74.3 tahun. Soal angka ini seringkali membuai manusia seakan kehidupan bertumpu di dunia. 

“Dari 74.3 tahun angka harapan hidup Kota Bandung, tiba-tiba tidak terasa kemarin lulus sekolah, tidak terasa seperti kemarin baru menikah, tidak terasa sudah bekerja, tak terasa si sulung sudah tumbuh dewasa. Jadi hidup di dunia itu sangat sebentar. Sedangkan akhirat itu sangat tak terhingga,” tuturnya.

Ia kembali mengingatkan intisari dari QS. Al Asr. Sesungguhnya, manusia akan berada dalam kerugian kecuali meningkatkan keimanan, kesalehan, saling mengingatkan kebenaran, dan saling mengingatkan kesabaran.

“Tentu kita enggak mau jadi orang yang merugi sehingga dengan waktu yang sebentar ini kita harus senantiasa menjalankan amal saleh,” ujarnya.

Yang menjadi perhatian Tedy tentu wilayah pekerjaan para pegawai RSUD Bandung Kiwari yang begitu sering mendapati manusia menutup usia. Masa-masa akhir hayat insan manusia itu selayaknya dijadikan pengingat bahwa semua bakal wafat dan perlu bekal amalan baik mengiringinya.

“Di rumah sakit tentu paling sering melihat sakaratul maut, berjuang antara hidup dan mati. Dengan begitu, tentu keluarga RSUD harus taat salat, taat untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an, perbanyak zikir karena sering berhadapan dengan orang dalam masa kritis. Mungkin saya harus selalu belajar sama dokter dan perawat di sini, yang sering melihat proses menghadap Allah SWT ini,” tuturnya.

Yang patut dicermati juga berkenaan dengan pesan Allah dalam surat Al Mulk. Allah menciptakan kehidupan dan kematian sebagai penguji siapa saja di antara umat manusia yang lebih baik dan lebih ikhlas amalnya.

“Allah menguji di antara kita siapa yang baik amalnya. Jadi orang Islam enggak bisa prestasinya standar, harus tertinggi. Rasul dan sahabatnya menjadi orang terbaik dan penuh prestasi dalam amalan hidupnya,” katanya.

Tedy mengatakan, untuk bisa memenuhi amal saleh secara maksimal maka niat harus lurus berharap rida Allah SWT. Bisa dengan yang paling sederhana yakni senantiasa mengawali setiap kegiatan dengan ucapan basmalah.

“Bismillah yang dijiwai, dihayati, akan menjadi kekuatan bagi kita dalam melaksanakan apapun. Bisa jadi sia-sia tanpa bismillaah. Ikhlaskan hati kita untuk Allah. Kita ingin mempersembahkan yang terbaik bagi Allah di akhir hidup,” ujarnya.

Dalam QS. Al Qasas ayat 77, Tedy menyampaikan makna tentang meraih akhirat dengan serius. Tetapi dalam konteks bukan menyederhanakan sisi kehidupan di dunia, melainkan lebih mempersiapkan tentang apa-apa saja yang bisa dilakukan manusia untuk bekal di akhirat.

“Bisa kita mulai dengan attitude kedisiplinan. Almarhum Mang Oded pernah menginisiasi Gerakan Bersatu, Gerakan Salah Berjamaah Tepat Waktu yang dimulai dari lingkungan ASN. Ini menjadi salah satu upaya membekali diri memberikan yang terbaik kepada Allah SWT. Mudah-mudahan tausiah ini bisa memberikan motivasi bagi saya sendiri sebagai Ketua Dewan,” tutur Tedy.

Direktur RSUD Bandung Kiwari, Yorisa Sativa menuturkan, tausiah di lingkungan rumah sakit yang sebelumnya bernama RSKIA ini rutin digelar setiap minggu.

“Kita selalu ingin memulai aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit ini dengan doa yang baik. Hari ini rasanya spesial. Alhamdulillah Bapak Tedy sudah hadir, memberikan arahan doa dan syukur agar kita selalu mendapat perlindungan Allah. Ada hampir 1.000 SDM di rumah sakit ini,” ujarnya. *