.

Ironis Dekat Balikota Bandung, Sari Beserta Anak Huni Rumah yang Tak Beratap

Caption : Kondisi rumah ibu Sari warga Jalan Linggawastu Dalam Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Angaran besar yang di gulirkan Pemerintah Kota Bandung pada program rumah tidak layak huni (rutilahu) tidak berbanding lurus degan fakta dilapangan karena masih ditemukan ada rumah yang tidak termasuk program padahal sepatutnya layak untuk di bantu.

Dengan gencarnya program rutilahu yang digulirkan Pemkot Bandung, ternyata tidak jauh dari Balai Kota Bandung, tepatnya di Jalan Linggawastu Dalam Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, terdapat rumah yang sudah tidak layak huni.

Kondisi rutilahu tersebut sangat memprihatinkan, bahkan atap rumahnya pun sudah hancur. Rumah tersebut dihuni seorang wanita bernama Sari bersama anaknya yang berusia 14 Tahun.

Pantauan wartawan di lokasi pada Kamis, 3 Nopember 2022 kemarin, atap rumah tersebut hancur, dikarenakan mengalami ambles akibat hujan besar sejak 1 tahun yang lalu, dimulai dari dapur hingga merembet ke seluruh ruangan. Akibat dari hal tersebut aliran listrik juga akhirnya terputus.

Keseharian Ibu Sari adalah seorang buruh harian dengan pekerjaan menjahit, mencuci atau membantu tetangganya dalam pekerjaan rumah tangga.

Meskpiun ditengah keterbatasan yang dihadapi, Ibu Sari masih semangat memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya yang saat ini duduk di bangku SMP.

Saat dikonfirmasi, Ibu Sari menyampaikan, dengan kondisi rumah yang seperti ini, sebenarnya kekhawatiran terbesar baginya adalah jika anaknya mendapat bully an dari teman-temannya karena memiliki hunian seperti ini.

“Saya juga sudah melaporkan kepada pihak RT 03/ RW 16 setempat dan sudah banyak yang berkunjung untuk mengungkapkan keprihatinannya, hanya saja memang belum ada yang bisa membantu terkait perbaikan atap rumah ini,” ujar Ibu Sari.

Perlu diketahui, Pemerintah Kota Bandung pada tahun 2022 ini menargetkan akan merenovasi sebanyak 1.051 unit rumah tidak layak huni (rutilahu), dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 19,8 Miliar.

Target program Rutilahu pada tahun 2022, sedikit meningkat jumlahnya dari tahun sebelumnya hanya 920 unit. Namun dalam lima tahun terakhir, jumlah rumah yang mendapatkan program rutilahu terus menurun.

Pada 2018, sebanyak 3.298 unit telah direhabilitasi. Lalu, di tahun 2019 terdapat 3.119 unit yang direhabilitasi. Kemudian pada 2020, Pemkot Bandung telah merehabilitasi 969 unit. Terakhir, di tahun 2021, terdapat 920 unit. *Tim