.

Perhumas Kota Bandung periode 2022-2025 di Lantik, Satukan Ragam Sektor untuk Bangun Kota

Caption :  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A. Brilyana foto bersama dengan Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Kota Bandung periode 2022-2025 di Aula Timur Gedung Sate Kota Bandung .

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Perhumas Indonesia melantik Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Kota Bandung periode 2022-2025, di Aula Timur  Gedung Sate Sabtu, 6 Agustus 2022. BPC Perhumas Kota Bandung merupakan gabungan dari Humas perusahaan dan praktisi.

Ketua Umum Perhumas Indonesia, Boy Kelana Subroto menyampaikan, membangun Kota Bandung perlu adanya kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung.

"Bangun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk lembaga-lembaga lain yang mengambil kebijakan. Ini upaya menjadikan Perhumas sebagai lembaga yang kompeten," ujar Boy.

Menurutnya, landasan utama agar Perhumas bisa berperan dalam membangkitkan optimisme publik adalah dengan keterlibatan membangun citra dan reputasi masyarakat. 

"Ada tiga tren di tahun 2022 yang memengaruhi gerak langkah seluruh humas di dunia. Pertama, reputasi dan brand. Kedua, sustainable program. Ketiga, transparansi informasi," jelasnya.

Ia menambahkan, humas harus memiliki sifat agile, fleksibel, dan adaptable. Maka dari itu, tahun ini ada beberapa program yang akan menjadi fokus Perhumas.

"Kita ada program Bicara Baik dan City Branding. Ini bisa bekerja sama dengan Pemkot Bandung," ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A. Brilyana mengatakan, dengan sejumlah potensi jasa yang dimiliki Kota Bandung, tentu perlu mengemas citra brand kota dengan baik untuk meningkatkan pariwisata dan ekonominya.

"Dari total 2,5 juta jiwa penduduk Kota Bandung, 2,1 juta merupakan pengguna internet. Mereka mencari info lewat media sosial (medsos). Kami sedang memperkuat bagaimana agar medsos bisa menjadi rujukan untuk mencari informasi tentang Kota Bandung," jelas Yayan.

Oleh karena itu, ia menambahkan, salah satu tugas Diskominfo selain meningkatkan teknologi informasi, juga berperan dalam mencitrakan kota kembang ini melalui tim kehumasan.

Tim kehumasan Kota Bandung, paparnya, terbagi menjadi dua yakni Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) dan Humas Kota Bandung.

"Dua bagian ini memegang peran penting dalam branding Kota Bandung. Tanpa adanya kehumasan yang bagus, saya kira ini tidak akan berkembang dengan pesat," imbuhnya.

Ia menuturkan, Humas Kota Bandung sebagian besar ditempati anak-anak muda, sehingga penting untuk mengoptimasi berbagai platform dalam aktivitasnya. Hal ini guna mencari strategi dan cara baru untuk membangun Kota Bandung.

"Untuk para Perhumas Muda, silakan jadikan tempat kami untuk kalian bereksperimen dan bertukar pikiran. Kita lawan berita-berita tidak baik dengan saling share untuk membangun Kota Bandung," tuturnya.

Sementara itu, Ketua BPC Perhumas Kota Bandung, Indra Ardianto mengatakan, dengan bergabungnya para praktisi humas baik dari sektor perkantoran, industri, hingga kampus selaku Perhumas Muda bisa melahirkan ide-ide dan gagasan segar ke depannya.

"Kita bisa melaksanakan beragam kegiatan untuk membuat Perhumas Bandung semakin lebih baik lagi dengan bersinergi bersama menciptakan karya-karya yang luar biasa ke depannya," harap Indra.(Rie/Red)