.

Aleg Siti Muntamah : Perlu Kebersamaan Keluarga Untuk Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Caption : Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah Oded 

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Kemajuan teknologi informasi saat ini satu sisi memberikan dampak positif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan namun disi lain juga memberikan efek negatif bagi mental phsikologis anak menjelajahi dunia digital.

Percepatan teknologi sama seperti pisau bermata dua. Saat kita pakai menggunakan hal baik, maka akan berdampak baik bagi kita, tapi bisa juga sebaliknya,untuk itu diperlukan literasi untuk  membangun watak generasi Indonesia guna menjaga kesehatan mental di tengah derasnya era digital.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan, lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Lalu, lebih dari 12 juta penduduk berusia di atas 15 tahun mengalami depresi.

Menanggapi hal ini,Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah Oded yang juga Ketua Puspaga Kota Bandung,mengatakan 2021 terdapat belasan anak yang bertemu tenaga ahli medis karena mengalami masalah ketergantungan gadget,ungkapnya  Kamis, 4 Agustus 2022 di Bandung Creative Hub Jalan Laswi No,7 Kota Bandung.

Lebih lanjut dikatakannya,belasan anak mengunjungi RSKIA/RS Bandung Kiwari karena mengalami masalah ketergantungan gadget. Bahkan, ada pula yang mendapat perawatan di RS Cisarua,tutur Anggota legislatif ( Aleg) DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi kesra ini 

Menurut Umi sapaan akrab politisi perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ada beberapa keluarga yang datang ke Puspaga dengan berbagai permasalahan kesehatan mental terkait kecanduan internet.

"Ada bapak yang kecanduan pornografi, ada juga balita di bawah 3 tahun yang kecanduan dengan gadgetnya. Ini perlu diurai bersama, meski tidak mudah tapi insyaAllah bisa kita urai bersama," ungkap Siti.

Ia menuturkan, salah satu cara untuk mengurai persoalan tersebut dengan menciptakan komunikasi yang baik dalam keluarga. Keluarga harus saling menyediakan waktu bersama satu sama lain. 

"Menatap, mendengar, berbincang. Keluarga ini merupakan institusi yang bisa mengantarkan peradaban terbaik bagi manusia," jelasnya.

Baginya, tak hanya sosok ibu yang hadir, tapi juga peran ayah sangat penting dalam menjaga kesehatan mental di era digital. Apalagi Indonesia termasuk sebagai fatherless country. 

"Sosok ayah ada, tapi kehadirannya tidak ada. Ruang komunikasi positif dalam keluarga harus dilahirkan terutama di masa society 5.0," katanya.

"Kehadiran ayah sangat penting untuk membantu ibu mendidik anak, terutama dalam iman dan takwanya," pungkas Umi legislator Jabar 1 meliputi daerah pemilihan (dapil) Kota Bandung dan Kota Cimahi ini. (Rie/Red)