.

Mengeliatkan seni Pertunjukan Disbudpar Kerjasama dengan ISBI dan UPI

Caption : Penandatanganan kesepahaman Disparbud dengan ISBI dan UPI dalam hal pertunjukan kesenian dan kebudayaan di berbagai ruang publikdi Hotel Amaroossa Bandung, Kamis (21/7/2022).

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Bandung menjalin kerjasama dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dalam hal pertunjukan kesenian dan kebudayaan di berbagai ruang publik.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Arif Sarifudin menyampaikan, kerjasama dengan Perguruan Tinggi melalui penandatanganan kesepahaman (Mou), merupakan komitmen untuk menggeliatkan pertunjukan seni budaya di Kota Bandung.

"Dengan kerjasama ini, kita ramaikan Kota Bandung dengan melestarikan seni budaya yang ada. Kita perkenalkan kepada kaum milenial, dengan menggelar pertunjukan di ruang publik manapun. Artinya, seni pertunjukan jangan eksklusif, justru jangan di tempat tertutup," kata Arif, usah penandatangan Mou dengan ISBI dan UPI, di Hotel Amaroossa Bandung, Kamis (21/7/2022).

"Misalnya pertunjukan seni di mall, hotel, restoran, tempat yang banyak wisatawan berkunjung ke Bandung, seperti bandara dan stasiun. Intinya dari Tri Dharma Perguruan Tinggi sangat penting dilakukan dengan Disbudpar," imbuh Arif.

Rektor ISBI Bandung Prof Een Hendiani menuturkan, kerjasama ini menjadi hal yang dapat menampilkan karya dan talenta ISBI Bandung, yang kental dengan inovasi seni. Menurutnya, pertunjukan seni dengan memanfaatkan tempat umum dan pertunjukan, juga dukungan dari CSR merupakan pola yang harus didukung.

"Justru itulah yang diharapkan oleh kita, karena di Bandung punya karya banyak tetapi belum bisa memasarkannya, kemudian belum ada link-link CSR yang bisa kita ajak kerjasama. Terobosan dan  penawaran dari Disbudpar ini patut kita laksanakan," kata Prof Een.

"Kita mencoba merancang tempat mana yang bisa kita ramaikan untuk kesenian, seperti rancangannya di mall Pascal, nanti, disitu ada musiknya, ada tarinya ada pameran seni rupanya, ada alat musik tradisionalnya, bahkan ada yang sedang melukis dan belajar melukis disitu, semacam workshop," imbuhnya.

Prof Een juga mendukung rencana Kadisbudpar, bahwa di Miko mall nantinya akan ada ruang untuk fasilitas kesenian yang berperan menampilkan berbagai atraksi seni budaya.

Selain itu Prof Een memaparkan, dalam rancangan 25 tahun kedepan, pihaknya, akan melakukan pengembangan kampus, yaitu membangun kampus baru di Cikamuning Kabupaten Bandung Barat.

ISBI berencana, setelah kampus baru berdiri, nantinya kampus yang saat ini digunakan, dijadikan tempat atau showroom untuk menjual karya-karya seni ISBI Bandung. Tujuannya, kota Bandung memiliki tempat khusus seni yang terbaik, untuk edukasi kepada masyarakat.

"Dalam perencanaan, di kampus ISBI bukan hanya kampus belajar, tetapi menjadi pusat budaya, juga dijadikan destinasi wisata pendidikan kebudayaan.Insya Allah, Mohon doanya," pungkasnya. (Rie/Red)