.

Legislator Hj. Sumiyati : Terapkan Prokes Untuk Cegah Penyebaran subvarian Omicron BA4 dan BA5

Caption :Hj. Sumiyati S.Pdi, M.IPol. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar VIII meliputi kota Bekasi dan Depok. 

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Dengan kemunculan varian Omicron di wilayah Jawa Barat, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar VIII meliputi kota Bekasi dan Depok Hj. Sumiyati S.Pdi, M.IPol. meminta masyarakat untuk tidak panik dengan adanya varian tersebut.

Varian Omicron memang jauh lebih cepat menular dibandingkan dengan Delta. Namun dari sisi fatalitas, varian Omicron jauh lebih rendah dibandingkan Delta.

Menurut Bunda Sum sapaan akrab Hj Sumiyati yang perlu dilakukan oleh masyarakat adalah supaya tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Secara khusus adalah dengan menggunakan masker untuk menghindari potensi penularan. 

Lebih lanjut dikatakan legislator dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) DPRD Provinsi Jawa Barat  ini meminta agar masyarakat tetap waspada dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) 6 M yaitu Memakai Masker,Menjaga Jarak, Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, Mengurangi mobilitas dan Menghindari kerumunan serta Mengikuti Vaksinasi.

Berdasarkan informasi dari Peneliti FKKMK Universitas Gadjah Mada, dr. Gunadi, PhD, Sp.BA menjelaskan subvarian Omicron BA4 dan BA5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibanding BA1 dan BA2. 

Subvarian baru inipun tidak ada indikasi yang menyebabkan kesakitan lebih parah dibanding varian Omicron lainnya.

Subvarian BA4 dan BA5, dinilai, memiliki penurunan kemampuan terhadap terapi beberapa jenis antibody monklonal. Ia juga memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi varian Omicron.

"Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki banyak mutasi yang sama dengan varian Omicron asli tetapi memiliki lebih banyak kesamaan dengan varian BA.2. Kedua varian mengandung substitusi asam amino L452R, F486V, dan R493Q dalam spike receptor binding domain dibandingkan dengan BA.," katanya dilansir dari ugm.ac.id.

Sebagai antisipasi, katanya, banyak pihak segera tingkatkan booster. Tetap pakai masker di dalam ruangan, kendaraan umum, kerumunan, dan bila merasa tidak enak badan. 

“Pokoknya tetap patuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan akan selalu diperbaharui dan tetap menjadi acuan dalam kegiatan sehari-hari," pungkasnya.(Rie/Adpar)