.

Ketua DPRD Tedy Rusmawan: Flyover KM 149 Gedebage Mendesak Dituntaskan

Caption : Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., melakukan peninjauan ke flyover KM 149 Tol Padaleunyi, di kawasan Gedebage, Rabu (18/5/2022).Ariel/Humpro 

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,- Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., melakukan peninjauan ke flyover KM 149 Tol Padaleunyi, di kawasan Gedebage, Rabu (18/5/2022). Kunjungan Tedy didampingi oleh camat Gedebage, perwakilan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, serta perwakilan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

Tedy mengatakan, jalan layang ini mendesak untuk segera diselesaikan. Jalan layang ini bermanfaat bagi warga Kota Bandung di wilayah timur dan Kabupaten Bandung karena bakal mengurangi kemacetan.

“Hari ini kita melakukan pemantauan ke flyover KM 149 Tol Padaleunyi. Kita mendorong pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk segera menyelesaikan flyover ini,” ujar Tedy.

Konstruksi flyover ini dimulai sejak 2015 dan selesai pada 2016. Flyover ini dirancang menghubungkan Tol Padaleunyi menuju tol dalam kota atau Bandung Intra Urban Toll Road hingga Gerbang Tol Pasteur.

Anggaran yang terbatas menghambat pembangunan meski akses yang sudah terbangun sempat mendukung akses kontingen menuju venue dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional. Selepas PON, pembangunan terhenti dan menyisakan jalur layang terputus, tepat di atas perumahan Summarecon Gedebage. Untuk mencapai Jalan Soekarno-Hatta, masih dibutuhkan konstruksi layang lebih dari 1,5 kilometer.

Selain ditunggu warga Gedebage, akses tol ini diyakini bakal mengurangi ketergantungan warga yang menuju timur Bandung dari Gerbang Tol Buahbatu.

Saat ini, kata Tedy, tingkat kemacetan di kawasan Jalan Gedebage Selatan dan Jalan Cimincrang sudah meningkat dari waktu ke waktu.

Apalagi ada pembangunan jalur rel ganda (double track) dari Kiaracondong sampai Cicalengka yang melintasi Jalan Gedebage Selatan. Jika jalur kereta selesai nanti, diprediksi kemacetan akan bertambah seiring frekuensi buka-tutup palang pintu perlintasan rel di kawasan itu.

“Terlebih lagi nanti kalau GBLA dimanfaatkan, tentu flyover ini jadi salah satu solusi untuk mobilitas warga mengurangi kemacetan. Jadi, dengan kondisi hari ini sudah sangat mendesak,” kata Tedy.

Menurut informasi yang ia dapatkan, masih ada kendala terkait pembebasan lahan. Mudah-mudahan dengan kondisi hari ini sudah kembali normal, pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah kembali meningkat.

“Besar harapan 2023 pembangunan proyek ini dimulai lagi. Bahkan kami mendapatkan informasi, anggaran konstruksi sudah siap dari pemerintah pusat, tinggal pembebasan lahannya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Tedy menambahkan, pemerintah pusat akan segera melakukan pencanangan dimulainya konstruksi Tol Gedebage-Tasik-Cilacap (Getaci). Namun, titik awal pembangunan dilakukan di Tol Padaleunyi KM 149.

“Kita justru berharap, awalnya calon Tol Getaci mulainya itu dari perempatan Jalan Gedebage-Jalan Soekarno-Hatta. Ternyata kabar tersiar dimulainya konstruksi Tol Getaci dari titik KM 149 Tol Padaleunyi. Jangan sampai Gedebage diambil jadi namanya saja, tetapi tidak dituntaskan rencana sebelumnya,” katanya.

Ia menuturkan, penyelesaian jalan layang ini diburu pertumbuhan populasi Bandung bagian timur terus berkembang. Selain pengguna jalan menuju arah Cinunuk, akses Tol Padaleunyi KM 149 ini juga dimanfaatkan warga Kabupaten Bandung dari akses Jalan Raya Sapan.

“Kalau kita cermati, kawasan Kabupaten Bandung bertambah banyak perumahan dan industri. Pembangunan sedang intensif. Flyover ini mendesak. Terbengkalai sudah lima tahun tidak dilanjutkan. DPRD terus mendorong agar ini bisa terealisasi. Kita mendapatkan informasi Pemkot Bandung juga terus berupaya,” tuturnya.*