.

Peduli Disabilitas di Bulan Ramadhan, Sinergi Foundation Salurkan Paket Sembako

Caption : Salah seorang crew Sinergi Foundation saat menyalurkan paket sembako kepada para penyandang disabilitas di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Jl. Jend. H. Amir Machmud No.331, Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin (18/4/2022).

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,- Berdasarkan data berjalan di tahun 2020 dari Biro Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta atau sekitar lima persen.

Dengan jumlah penyandang disabilitas yang sangat besar ini, mayoritas masih hidup dalam kemiskinan karena masih sempitnya peluang bagi disabilitas untuk berdaya secara ekonomi.

Maka melalui Dewan Pengurus Daerah Persatuan Tunanetra Indonesia Provinsi Jawa Barat (DPD Pertuni Jabar), kesejahteraan penyandang disabilitas di perjuangkan.

Mendukung gerakan ini, Sinergi Foundation pun menyalurkan 25 paket sembako yang berasal dari donasi para donatur dalam event Gebyar Ramadhan, Pertuni Jawa Barat Tahun 1443 H/2022 M) di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Jl. Jend. H. Amir Machmud No.331, Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin (18/4/2022).

"Alhamdulillah, bantuan ini amat membantu para penyandang disabilitas yang membutuhkan," tutur Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Tunanetra Indonesia Provinsi Jawa Barat (DPD Pertuni Jabar), Maman Suherman, S. Pd.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut amat mengapresiasi bantuan yang disalurkan dalam kegiatan Ramadhan yang diinisiasi oleh Pertuni ini.

"Apa yang kita lihat dalam kegiatan Gebyar Ramadhan ini membuktikan bahwa penyandang disabilitas juga dapat berkompetisi dengan masyarakat lainnya. Maka untuk menjadikan penyandang disabilitas dapat mandiri secara sosial dan ekonomi adalah kesempatan yang sama," tutur Kepala Dinsos Jabar dalam sambutannya.



Menurut Dodo, penyandang disabilitas juga memiliki potensi untuk pengembangan diri, tinggal ruang berkembangnya yang dipersiapkan.

Meski begitu, lanjut Dodo, hal ini tidak bisa dilakukan sendiri. Melainkan diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menjadikan penyandang disabilitas lebih berdaya dan produktif secara ekonomi. Mulai dari pengadaan pelatihan sablon, menjahit, hingga diberdayakan untuk membuat hand sanitizer.

"Adanya pelatihan-pelatihan ini, insya Allah, keterampilan penyandang disabilitas dapat berkembang sehingga meningkatkan taraf hidup mereka," ucap Dodo.

Harapannya, tak hanya Dinas Sosial, pun lembaga-lembaga lain dapat memfasilitasi penyandang disabilitas sehingga disabilitas dapat berkembang dan produk-produknya dapat dikenal luas di masyarakat.

Sinergi Foundation sebagai lembaga pengelola wakaf, zakat, infak, dan sedekah terkhusus di bulan Ramadhan ini turut memperhatikan nasib penyandang disabilitas.

Salah satunya dengan melakukan kegiatan charity khusus disabilitas berupa penyaluran sembako hingga bantuan kaki dan tangan palsu.(Red/**)