.

Jabar Canangkan Sekolah Toleransi Pertama di Indonesia

Caption : Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto dan Wali Kota Depok Muhamad Indris saat mencanangkan Sekolah Toleransi  pertama di Indonesia di SMA Negeri 1 Kota Depok.

DEPOK.LENTERAJABAR.COM
,- Sebagai upaya membumikan jiwa nasionalisme kebangsaan melalui pendidikan, Provinsi Jawa Barat mencanangkan Sekolah Toleransi pertama di Indonesia.

Sekolah Toleransi pertama di Indonesia itu hadir di SMA Negeri 1 Kota Depok. Hal ini ditandai dengan penandatangan prasasti pencanangan Sekolah Tolerasi di SMA Negeri 1 Kota Depok oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto dan Wali Kota Depok Muhamad Indris. 

"Sekolah Toleransi pertama di Indonesia ini bisa menjadi contoh lain untuk sekolah yang ada di Jawa Barat, umumnya di Indonesia," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi, dalam keterangannya, Kamis (21/4).

Dedi menjelaskan, Jabar sendiri memiliki 5.033 sekolah. Dirinya berharap, ke depan setiap sekolah di Jawa Barat dapat mengimplementasikan hal yang sama, seperti yang sudah dilaksanakan di Garut.

"Implementasinya ke depan, seperti di Garut kita berharap kurikulum antiradikalisme dan toleransi ini masuk ke dalam kurikulum bagian dari mata pelajaran PPKN di Satuan Pendidikan di Disdik Kabupaten Kota," katanya.

Dalam mata PPKN di tingkat SMA-nya, ada pendidikan antikorupsi yang sudah di gagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejati. 

"Saya berharap, di seluruh siswa-siswi se-Jabar itu ada tagline perharinya, misalnya hari Senin harus bercerita tentang kebangsaan, Selasa bercerita tentang persatuan, Rabu tentang budaya lokalnya, Kamis tentang musyawarahnya, Jumat tentang keagamaannya, Sabtu tentang berkunjung kepada orang tua atau kakek dan neneknya," papar Dedi Supandi.

Oleh karena itu, menurut dia, sejumlah implementasi itu akan diajarkan bagian dari budaya Pancasila yang harus dilakukan siswa-siswi. 

"Jadi kita akan buat tagline perhari seperti itu menjadi bagian dari upaya kita," katanya.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto menambahkan, bahwa untuk memupuk generasi muda agar memiliki sifat-sifat yang toleran, yakni menghargai sesama, mampu bekerjasama, dan menciptakan suatu kerukunan tanpa memandang suku, bangsa, agama.

"Sehingga dari sekolah inilah kader-kader toleransi selalu muncul dan menjadi pionir di dalam masyarakat, tentu saja ini perlu kita tularkan di sekolah-sekolah lain, karena memang toleransi ini menjadi satu kekuatan untuk menjaga persatuan dalam skala mikro, keluarga, masyarakat mupun nantinya di bangsa negara Indonesia," pungkasnya. (Rie/Red)