.

Aleg Hj.Sumiyati Ajak Pola Hidup Sehat Dengan Kurangi Konsumsi Minyak Goreng

Caption : Anggota Komisi III  DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Sumiyati, S.Pdi., M.I,Pol

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,-Banyaknya informasi tentang kelangkaan minyak goreng (Migor) di pasar tradisional maupun toko ritel memang benar adanya.

Minyak goreng saat ini menjadi bahan pokok yang langka dan membuat resah kaum ibu.Demikian hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi III  DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Sumiyati, S.Pdi., M.I,Pol, pun turut merasakannya.

Demikian hal tersebut diungkapkan wakil rakyat daerah pemilihan(dapil) Jabar VIII meliputi Kota Bekasi dan Depok saat diminta tanggapannya tentang kelangkaan minyak goreng baik curah maupun premium di pasaran melalui telepon selulernya Selasa 1 Maret 2022,

Menurut bunda Sum sapaan akrab Hj.Sumiyati dirinya sangat memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, stabilisasi harga minyak goreng sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan para pelaku usaha UMKM.

“Apalagi sekarang kan mau bulan Puasa pasti ada kekhawatiran ibu-ibu rumah tangga kalau situasinya masih begini. Makanya saya meminta kepada pemangku kebijakan untuk terus mengawasi dan mencari solusi agar harga minyak goreng kembali stabil, terjangkau dan pasokannya aman,”tutur srikandi partai berlambang banteng moncong putih ini.

Ditambahkan Bunda Sum,dengan adanya kelangkaan migor sisi lain,mulai mengurangi penggunaan minyak goreng.Menurutnya ada hikmah dibalik kelangkaan minyak goreng saat ini, keluarga atau orang-orang dirumahnya mulai mengurangi masakan yang digoreng.

“Saya pribadi sampai menyuruh yang di rumah jangan goreng-goreng wae, direbus atau dikukus. Ya, kemarin sempat ikut panik karena minyak goreng yang biasanya ada tetapi ketika orang rumah mau belanja malah kosong,” paparnya.

“Di rumah biasanya ada gorengan, memang kalau keseringan juga tidak bagus untuk kesehatan, ya sekarang mulai dikurangilah. Setidaknya kurangi masakan yang menggunakan minyak goreng yang berlebihan,dengan susahnya minyak goreng, setidaknya orang mulai membiasakan mengubah pola hidup bisa menjadi lebih sehat,” pungkasnya.(Rie/AdPar)