.

Hj. Sumiyati, SPd .,M.I.Pol Anggota Pansus VII Fokus Bahas Reperda Penyertaan Modal TGR

Caption : Anggota Pansus VII DPRD Jabar, Hj. Sumiyati, SPd .,M.I.Pol 

KAB.BANDUNG BARAT.LENTERAJABAR.COM
,--Pimpinan dan Anggota Pansus VII Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat saat ini Melakukan Kegiatan Rapat Kerja Bersama PT. Tirta Gemah Ripah (TGR)  guna menindaklanjuti usulan perubahan Peraturan Daerah (Perda) BUMD dari Pemprov Jabar dalam rangka Pembahasan Raperda Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah No.12 Tahun 2006 Tantang PT. Tirta Gemah Ripah. Bertempat di Hotel Mason Pine, Kabupaten Bandung Barat. Rabu, (5/1/2022).

PT TGR adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat yang bergerak dibidang pengelolaan sumber daya air seperti Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).

Anggota Pansus VII DPRD Jabar, Hj. Sumiyati, SPd .,M.I.Pol  memaparkan, rapat kerja ini di gelar dalam rangka Pembahasan Raperda Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah No.12 Tahun 2006 Tantang PT. Tirta Gemah Ripah dalam upaya penambahan permodalan

"Pemprov Jabar akan menyetorkan modal  51 persen dari sebelumnya 70 persen. Itu dilakukan agar membuka peluang investor luar untuk masuk yang harus didukung kesiapan APBD ketika ada ekspansi ya," jelasnya.

Lebih lanjut Sum menjelaskan bahwa giat ini baru tahap pertama rapat bersama BUMD Pemprov Jabar yaitu PT Tirta Gemah Ripah (TGR), ini masih didalami. 

"PT. TGR ini murni perseroan terbatas menjadi perseroan daerah sesuai UU 23 tahun 2014 karena dia kan BUMD," lanjutnya.

Perlu di ketahui PT TGR saat ini tengah menangani proyek pembangunan sistem pengelolaan air minum yang merupakan program penyediaan air bersih bagi rumah tangga dan pembangunan Spam Jatigede untuk melayani rumah tangga di lima daerah di Jabar.

Proyek ini merupakan program penyediaan air bersih bagi rumah tangga maupun keperluan lainnya baik itu bisnis dan industri

Pembangunan Spam Jati Gede ke depannya akan melayani Kabupaten Sumedang, Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kota Cirebon yang selama ini tidak pernah mendapatkan pasokan yang bisa menambahkan konsumen.(Rie/AdPar)