.

Di Hari Guru, Sejumlah Bantuan Disalurkan Sinergi Foundation untuk Honorer

Caption : salah seorang penerima bantuan 

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Upah minimum Kota Bandung kini mencapai 3.742.276. Namun sayang, gaji Parman (30) sebagai guru honorer hanya Rp400.000 per bulan.

Untuk bisa bertahan hidup, Parman mengakalinya dengan mencari pekerjaan tambahan. Misalnya berjualan sepatu, fotografi, ataupun editing video sesuai permintaan dari orang. Meski kadang harus bekerja hingga larut, ia mengaku ikhlas menjalani perannya sebagai guru.

"Memang upah yang saya terima tidak sebanding dengan kebutuhan yang harus saya penuhi, namun saya yakin apa yang saya lakukan bisa menjadi ladang ibadah untuk bekal saya ketika kelak saya menghadap Sang Maha Kuasa," ujarnya.



Parman bukan satu-satunya guru honorer yang dinilai kurang sejahtera. Hal yang sama dialami Novita, guru honorer sebuah SMA di Bandung, yang dalam sebulan diupah sebesar Rp400.000. Jangankan untuk kebutuhan sehari-hari, gaji ini habis untuk membayar kontrakan.

Novita sendiri sempat absen mengajar selama 2 bulan karena mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya terluka cukup parah. Di sisi lain, sang suami sempat dirumahkan dari pekerjaan hariannya selama 2 tahun sehingga finansial mereka belum stabil.

Sebab itu, memperingati Hari Guru Nasional 2021,     menyalurkan paket kado untuk para guru sebagai penghargaan atas perjuangan tanpa jasa mereka.



Sebanyak 10 paket sembako dibagikan untuk guru honorer di wilayah Bandung dan Purwakarta. Paket ini diharapkan bisa membantu mereka bertahan hidup di tengah kekurangan.

Sebelumnya, Sinergi Foundation sendiri memberikan sejumlah bantuan untuk para guru honorer. Ada bantuan sepeda difabel dan kaki palsu untuk beberapa guru honorer yang juga penyintas disabilitas. Selain itu, ada pula bantuan biaya kontrakan bagi mereka.

"Kesejahteraan guru honorer sudah bukan isu baru. Harapannya, kebaikan para donatur Sinergi Foundation ini bisa menggerakkan hati lebih banyak orang untuk membantu para pahlawan tanpa tanda jasa ini," tandas Asep Irawan, CEO Sinergi Foundation. **