.

Aleg Daddy : Pembangunan Monumen Pahlawan Covid-19 Tidak Pernah di Bahas DPRD Jabar

Caption : Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Provinsi Jawa Barat.(foto IST)

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Pembangunan monumen Pahlawan Covid-19 yang berada di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa di Jl. Surapati, Kota Bandung.Mendapat sorotan dari Aliansi Nano Jabar.Aliansi Nano Jabar melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD Jabar.di gedung DPRD Jabar, Rabu (3/11/2021).

Menyikapi hal tersebut Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Provinsi Jawa Barat saat di minta tanggapannya melalui telepon seluler Kamis 4 November 2021 mengatakan,Pembangunan Monumen Perjuangan Pahlawan Covid-19 tidak masuk dalam pembahasan di DPRD Jawa Barat,tegas politisi partai berlambang burung garuda ini.

Lebih lanjut dikatakan politisi yang dikenal cukup kritis menyikapi kebijakan yang di buat pihak eksekutif ini menegaskan,tidak pernah ada pembicaraan tentang pembangunan Monumen Covid-19 di dewan (DPRD Jabar),tegas Daro sapaan akrab daddy Rohanady biasa di sapa koleganya.

Daddy mengatakan Pemprov Jabar bersama DPRD di Badan Anggaran (Banggar) pernah membahas Anggaran untuk revitalisasi Monumen Perjuangan (Monju) Rakyat Jawa Barat.

Menurutnya, saat pembahasan pun tidak ada pembicaraan anggaran yang diperuntukkan untuk membangun monumen pahlawan Covid-19 yang berada di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa di Jl. Surapati, Kota Bandung.

"Kalau ada ada yang mengakui bahwa anggaran pembangunan monumen Covid-19 sudah disetujui dewan (DPRD Jabar) tidak mungkin karena 2019 belum ada Covid-19," katanya.

Dia mengatakan pandemi Covid-19 di Indonesia Indonesia baru ada pada Maret 2020. Maka tidak mungkin anggaran bisa di eksekusi tanpa tercantum dalam APBD.

"Jadi tidak boleh ada penggunaan anggaran diluar Nomenklatur yang tertera dalam APBD, Misal, anggaran awal untuk revitalisasi momentum Gasibu ya buat Gasibu bukan untuk pembangunan monumen Covid-19,"jelas Daddy yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra Persatuan DPRD Provinsi Jawa Barat.

Seperti diketahui Ketua Presidium Aliansi Nano Jabar Herry Mos mengatakan monumen perjuangan pahlawan Covid-19 yang didedikasikan bagi tenaga kesehatan yang gugur selama pandemi Covid-19 itu tidak masuk dalam proses penganggaran di DPRD Jabar. Namun yang tercantum di dalam perubahan anggaran yaitu revitalisasi monumen perjuangan rakyat Jawa Barat.

Sebelumya,perwakilan dari Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jabar, M Sulfan Matauch dalam audiensi dengan Aliansi Nano Jabar dan Komisi IV DPRD Jabar mengatakan bahwa anggaran yang digunakan untuk pembangunan monumen tersebut anggaran murni tahun 2020 dan pengajuannya tahun 2019 saat belum ada pandemi Covid-19.

“Awalnya memang bukan monumen Covid-19 tapi gerbang selayang pandang. Tujuannya untuk bisa melihat secara fokus ke monumen perjuangan Rakyat Jawa Barat. Anggaranya pun bukan 90 miliar seperti yang diributkan. Tapi yang pencarian nya hanya 16 Miliar dengan penambahan CSR ratusan juta untuk hal-hal lainnya," jelasnya.(Rie/AdPar)