.

Komisi III DPRD Kunker ke bank bjb KC Padalarang Bahas KUAPPAS

Caption : Anggota Legislatif (Aleg) Komisi III  DPRD Provinsi Jawa Barat Hj Sumiyati, SPd.I.M.I.Pol. (kiri baju gelap) saat kunker  ke Bank BJB Kantor Cabang (KC) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat

PADALARANG KBB.LENTERAJABAR.COM
, - Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang membidangi keuangan ini melakukan Kunjungan Kerja (kunker) ke Bank BJB Kantor Cabang (KC) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam rangka Pembahasan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan rancangan pembahasan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2022.Selasa, (19/10/2021).

Kunjungan kerja kali ini dalam upaya mencari masukan dan informasi dari bank bjb sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mitra kerja Komisi III DPRD Jabar mengenai Volume APBD Tahun 2022 mendatang, kata Hj.Sumiyati ,S,Pd,I,.M.IPol.

Lebih lanjut dikatakan Anggota Legislatif (Aleg) Komisi III  DPRD Provinsi Jawa Barat Hj Sumiyati, SPd.I.M.I.Pol. nantinya hasil kunjungan kerja ini akan dilaporkan dan dibahas kembali oleh Badan Anggaran atau Banggar DPRD Provinsi Jawa Barat untuk diputuskan. 

Masukan atau temuan - temuan yang kita dapatkan dalam kunker ini, nantinya akan kita sampaikan dan dibahas kembali oleh badan anggaran untuk diputuskan seperti apa sesungguhnya kebijakannya,

Menurut Bunda Sum sapaan akrab Hj.Sumiyati,kinerja bank bjb kebanggaan masyarakat Jawa Barat dan Banten menunjukkan performa perusahaan  tetap stabil dan terkendali walaupun di masa pandemi Covid -19 saat ini.

Menginggat bank bjb sebagai lembaga keuangan yang menjadi motor pengerak Sektor perekonomian Jawa Barat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya BUMD Pemerintah Provinsi wajib hadir sebagai regulator dan akselerator pembangunan perekonomian Jawa Barat. 

Menurut politisi perempuan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  kunker ini merupakan wadah untuk menyerap aspirasi mitra kerja yang dimasukkan dalam Rancangan Kebijakan Umum pada tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, tutur wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) Jabar VIII Kota Bekasi dan Kota Depok ini. 

Ditambahkan srikandi partai berlambang bateng moncong putih melalui kunker ke mitra kerja ini dapat diketahui program kerja (proker) dengan dengan demikian terjadi sinkronisasi pendanaan dalam hal ini pengganggaran (Budgetting) sesuai dengan fungsi DPRD,pungkas alumni strata dua ilmu politik Universitas Padjadjaran (Unpad) ini.(Rie/Adikarya)