.

IKA Unpad Gelar Gebyar Vaksinasi Dukung Pemerintah Percepat Herd Immunity

Caption : Ketua Umum (ketum) IKA Unpad, Irawati Hermawan

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,-- Kolaborasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity). Keberadaan kegiatan vaksinasi massal maupun sentra vaksinasi hasil kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak dinilai dapat memperluas dan mempercepat cakupan vaksinasi COVID-19. 

Terkait dengan hal itu untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan vaksinasi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unpad kembali menyelenggarakan vaksinasi massal di Graha Sanusi Hardjadinata, Jalan Dipatiukur Nomor 35, Kota Bandung. Vaksinasi tersebut dapat diakses oleh remaja usia 12 sampai 18 tahun dan masyarakat umum.Sabtu (2/10/2021).

IKA Unpada kembali mengadakan kegiatan vaksinasi bagi penyandang disabilitas menjalankan mandat Pemprov Jabar untuk memvaksin penyandang disabilitas. Sekitar 22 ribu penyandang disabilitas di 20 daerah telah menerima vaksin Sinopharm yang merupakan hibah dari Uni Emirat Arab.

Ketua Umum (ketum) IKA Unpad, Irawati Hermawan mengungkapkan, gebyar vaksinasi merupakan dukungan pihaknya terhadap upaya Pemprov dalam percepatan vaksinasi. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wujud konkret IKA Unpad kepada para penyandang disabilitas, yang masuk ke dalam kelompok masyarakat rentan, untuk mendapatkan haknya dalam pemberian vaksin.

Menurutnya kegiatan ini juga sebagai bukti peran aktif IKA Unpad mendukung program Pemerintah dalam usaha menciptakan herd immunity sehingga percepatan pemulihan ekonomi nasional tercipta,tutur perempuan yang kerap disapa Teh Ira di sela-sela kegiatan kepada media.

Lebih lanjut dikatakannya selain itu juga, IKA Unpad mengapresiasi 20 kepala daerah yang berkomitmen, terlibat, dan membantu hingga menuai kesuksesan gebyar vaksinasi disabilitas. Kemudian, IKA Unpad pun akan melakukan kerja sama dengan W20 Presidency.



"Kami mengharapkan bahwa isu disabilitias ini juga diangkat saat penyelenggaraan W20 nanti. Disisi lain, kami juga mengharapkan isu terkait pendidikan dan UMKM juga turut diangkat karena proses pembelajaran yang terdampak oleh pandemi Covid-19," paparnya.

Perlu diketahui W20 atau Women 20 dibentuk pada 2015 berdasarkan kesadaran para pemimpin negara anggota G20 terhadap pentingnya partisipasi dan peran perempuan terutama dalam pembangunan ekonomi global. 

W20 hadir mewakili suara perempuan, mengadopsi pengadopsian dokumen-dokumen G20 yang melibatkan isu pembangunan perempuan, kesetaraan gender, pertumbuhan yang inklusi, dan kerja sama perempuan dalam sektor ekonomi Internasional.

Ditambahkan Teh Ira pada tahun 2022 mendatang Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam KTT G20. Oleh sebab itu, kerja sama IKA Unpad dengan W20 akan berusaha mengangkat inklusi pendidikan, pengutamaan kesetaraan mendapatkan hak bagi penyandang disabilitas, dan peran perempuan di sektor ekonomi,pungkasnya. (Ferry Ardiansyah)