.

Berbagai Acara Semarakan Dies Natalis ke-53 ISBI Bandung Bangkit, Membumi untuk Negeri

Caption : Guru Besar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Prof. Dr. Arthur Supardan Nalan S.Sen. M.Hum. Saat memaparkan rencana rangkaian kegiatan Dies Natalis ke 53 ISBI Bandung bersama Rektor ISBI Bandung Prof. Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum.(/Dokumen Humas ISBI Bandung)

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Menyambut usia ke-53 tahun (1968-2021) Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung tahun ini mengangkat tema “ISBI Bandung Bangkit, Membumi Untuk Pertiwi”.

Rektor ISBI Bandung Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum. mengatakan 53 tahun ISBI Bandung menapak dan membumi untuk pertiwi dengan menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam menjaga warisan budaya Indonesia khususnya budaya Sunda.

Dies natalis ISBI tahun ini digelar secara Hybrid dengan protokol kesehatan yang ketat. Yang hadir di Gedung Sunan Ambu ini, hanya Senat akademik dan panitia. Sementara Civitas akademika serta para tamu undangan menghadiri melalui zoom dan Youtube official ISBI Bandung.

"Inilah kebiasaan baru yang harus dilakukan untuk keselamatan kita semua. Adaptasi kebiasaan baru ini perlu kita sikapi secara arif dan bijaksana," kata Een dlam siaran youtube ISBI, Rabu, 6 Oktober 2021.

Dikatakannya, ISBI Bandung yang memiliki tage line bangkit, membumi untuk pertiwi, memposisikan ISBI berdaya hidup bagi lingkungan maka dalam masa pandemi ini turut berperan dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Caranya memang berbeda dengan perguruan tinggi lain, di antaranya para tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa berkarya membuat lagu-lagu yang pesannya mengajak masyarakat untuk diam di rumah dan mematuhi protokol kesehatan," jelas Een.

"Demikian kampanye menari di rumah saja, hal ini membantu pemerintah secara tidak langsung, namun dampaknya juga cukup berpengaruh," tambahnya.

Een pun menyebutkan dalam rangka DiesNatalis ke-53 ini ISBI Bandung melakukan vaksin kepada 3000 orang (baik itu mahasiswa maupun umum) bekerjasama dengan Kodam III Siliwangi. Yang akan dilaksanakan pada 14-15 Oktober 2021.

Dikatakan Een, momentum dies natalis merupakan salah satu sarana untuk mengevaluasi diri sudah sejauh mana capaian ISBI Bandung dalam setiap tahunnya. Baik itu dalam program yang berkaitan dengan akademik maupun non akademik.

"Moment ini juga sebagai ajang publikasi karya-karya unggulan mahasiswa maupun dosen, dan sekaligus menunjukkan kepada masyarakat luas atas prestasi yang telah berhasil dicapai oleh para civitas akademika ISBI Bandung," katanya.

Menurut Rektor, ISBI Bandung sebagai perguruan tinggi seni memiliki kekuatan untuk menjadi garda depan ketahanan budaya bangsa Indonesia.

"Kunci utamanya adalah membuka belenggu dari keengganan berubah untuk membuka diri dan mau merubah keadaan," tandasnya.

Dalam Rangkaian Dies Natalis tahun 2021 disemarakkan dengan berbagai perogram dan kegiatan selama 3 minggu. Dimulai tanggal 7 Oktober ada Bandung Dance Festival. Pertunjukan Karya Unggulan Pascasarjana, Vaksinasi, Pengukuhan Guru Besar, Pameran Seni Rupa, Festival Seni Pertunjukan Rakyat, Festival Kesenian Indonesia yang diikuti oleh 9 Pergutuan Tinggi seni se Indonesia, Festival Film Budaya Nusantara, Festival Budaya Nusantara, dan Tasyakur Dies Natalis ISBI Bandung di salah satu Pesantren di Jawa Barat.

Rangkaian dies natalis akan ditutup pada tanggal 29 Oktober 2021 dengan acara talk show #TraDiSi Tasyakur Dies ISBI Bandung Refleksi 53 Tahun bertajuk “Peran Kampus Seni Budaya mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin” bersama Gubernur Provinsi Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, ST.,M.Ud., Ketua Komisi X DPR RI H. Syaiful Huda, Rektor dan Senat ISBI Bandung serta Dr. Mohamad Zaini Alif, S.Sn., M.Ds sebagai moderator.(Red/**)