.

Komisi V: Sangat Memprihatinkan , Ruang UKS Dijadikan Kelas

Caption : Komisi V DPRD Provinsi Jabara ,kunker monitoring realisasi pelaksanaan vaksin untuk siswa/siswi, serta meninjau kesiapan PTM dan meninjau sarana dan prasarana di SLB Negeri 2 Centra Pk/Lk Kota Cimahi, Senin, (20/10/2021).(foto : dok humas dprd jabar) 

CIMAHI, LENTERAJABAR. COM ,-- Nasib Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Kota Cimahi sangat memprihatikan karena tidak memiliki fasilitas yang memadai, Kondisi SLB tersebut kini sangat membutuhkan perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena keterbatasan ruang kelas sehingga Unit Kesehatan Sekolah (UKS) digunakan untuk sarana belajar.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Kaca mengaku kaget dan sangat prihatin saat meninjau langsung kondisi sekolah yang dimana ia menemukan ruang UKS dijadikan ruang kelas untuk melakukan pembelajaran.

“Saya sangat prihatin, hampir 2 taun saya menjadi anggota DPRD, sudah muter juga ke SMA/ SMK/ SLB seluruh kabupaten kota di Jawa Barat baru kali ini saya menemukan SLB yang ada di tengah kota dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, bisa dilihat sendiri ini ruang UKS tapi di pake ruang kelas, sangat tidak layak sekali," katanya saat melakukan peninjauan ke SLB Negeri 2 Kota Cimahi, Senin, (20/9/2021).

Ade menjelaskan, SLB itu dari segi fasilitas seharusnya memliki keistimewaan dari sekolah-sekolah pada umumnya karena kondisi fisik para siswanya yang memang harus mendapat perhatian khusus.

“Karena dalam sudut pandang saya SLB itu harus memiliki fasilitas lebih karena kondisi fisik siswa nya juga kan memperihatinkan," ujaranya.

Pihaknya pun akan segera menindak lanjutinya dengan mengundang pihak terkait yaitu Dinas Pendidik Provinsi Jawa Barat, karena menurutnya ini adalah masalah yang serius.

“Saya akan usul ke pimpinan komisi V untuk secepat nya mengadakan rapat dengan dinas pendidikan, kepala sekolah kami akan undang, KCD sudah tentu kita undang agar semuanya clear," tutup Ade.

Sementara itu Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Cimahi Budi Setiono mengharapkan jika pihaknya ingin segera dilakukan peremajaan terhadap sekolah tersebut, karena dirinya merasa aneh jika ada SLB yang letaknya di tengah kota namun kondisi nya sangat memperihatinkan.

“Idealnya ruang terapi ada, ruang keterampilan nya ada, tata boga dan busana juga harusnya ada lengkap," ungkap Budi.

“Kami ingin secepatnya sekolah ini di buat layak, sebelum di cimahi ini saya mendapat tugas di subang dan sumedang, disana fasilitasnya komplit, saya suka nangis dan kaget kok di kota tempat nya seperti ini, sangat prihatin sekali," pungkas Budi. (Rie/Red)