.

Komisi II : Terdapat Perbedaan Status Lahan Kritis di Kabupaten Bandung

Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan Kegiatan Kunjungan Kerja ke Satuan Pelayanan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Soreang Kabupaten Bandung dalam rangka Evaluasi Program dan Kegiatan APBD Tahun Anggaran 2021 dan Rencana APBD Tahun Anggaran 2022

KAB BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,-Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menemukan perbedaan dari total 911.000 hektar lahan,status lahan yang berada di Kawasan Kabupaten Bandung,Jawa Barat.Menjadi sorotan komisi yang membidangi perekonomian ini

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Faizal Hafan mengatakan, jika pihaknya dalam rapat  menemukan adanya perbedaan status lahan kritis di beberapa wilayah Cabang Dinas Kehutanan (CDK) V Dinas Kehutanan Kabupaten Bandung.tegas legislator dari Partai Keadilan Sejahtera ini.

Lebih lanjut dikatakan politisi Partai berlambang bulan sabit kembar ini,pihaknya menyoroti perbedaan status lahan dari sektor perkebunan, pertanian, dan kehutanan. tuturnya usai Rapat Evaluasi Anggaran di Dinas Kehutanan CDK Wilayah V, Soreang, Kabupaten Bandung, Jum’at (3/9/2021).

Faizal menjelaskan permasalahan perbedaan status yang terjadi ini harus diselesaikan bersama untuk menentuka perbedaan satatus lahan dengan mendorong untuk membentuk cabang dinas baru yaitu CDK X karena wilayah Kabupaten Bandung yang sangat luas.

“Maka kami juga dari Komisi II mendorong semoga pembentukan Cabang Dinas 10, kantor Cabang Dinas X, ini kan kantor Cabang Dinas V dibikin Cabang Dinas ke -10, agar cakupan wilayah kerjanya lebih rasional” tutur pria berkacamata ini.

Menurut Faizan perlu diketahui, untuk menanggulangi permasalahan dan mengurus soal kehutanan di Jawa Barat, Dinas Kehutanan telah mempunyai beberapa CDK di berbagai Kota Kabupaten di Jawa Barat. 

Ditambahkannya wakil rakyat daerah pemilihan(dapil) Jabar 9 Kabupaten Bekasi ini,jika   melihat cakupan Kabupaten Bandung memiliki lahan hutan yang luas, diperlukan sekali tambahan CDK untuk menanggulangi permasalahan yang ada,pungkas pria kelahiran Garut 26 Desember 1966 ini.(Rie/Red)