.

Kemenparekraf,Enam Destinasi di Jabar Jadi Percontohan Penerapan CHSE

Caption : Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik 

BANDUNG . LENTERAJABAR.COM
,-- Perlahan namun pasti, situasi penanganan COVID-19 di Indonesia dan Jawa Barat terus mengalami perbaikan dan menumbuhkan optimisme bagi publik.Hal ini dampak dari masifnya vaksinasi massal yang dilakukan pemerintah.Indikasi membaiknya penanganan pandemi di provinsi Jawa Barat ini setidaknya terlihat dari BOR menurun dan pertambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 terus mengalami penurunan.

Membaiknya kondisi tersebut membuat masyarakat ingin melakukan refresing untuk liburan karena selama di berlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level ruang gerak terbatas.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik menyikapi eforia masyarakat itu,mengimbau kepada para wisatawan yang ingin berlibur ke Jabar untuk memenuhi persyaratan.Syarat utama yang harus dipenuhi sudah melaksanakan vaksin dan menerpakan protokol kesehatan yang ketat.

Lebih lanjut dikatakannya,pastikan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, pastikan pemesanan melalui aplikasi semua. Selain siapkan antigen di tempat wisata. Karena pasti di destinasi juga ada screening. Agar aman, cari juga tempat yang sudah memenuhi standar Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE)." kata Dedi, Ahad (19/9/2021). 

Menurut mantan Pj Bupati Kabupaten Bandung ini, berdasarkan data Disparbud Jabar, ada enam destinasi wisata yang masuk menjadi percontohan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru dan memenuhi CHSE.

Keenaman objek wisata itu yakni Jbound (Kota Bogor), Taman Safari (Kabupaten Bogor), The Lodge (Kabupaten Bandung Barat), Saung Angklung Udjo (Kota Bandung), Glamping Lakeside dan Kawah Putih (Kabupaten Bandung).

Selain objek wisata, ada 306 hotel dan restoran di Jabar yang juga sudah memenuhi standar CHSE,ujarnya seraya menambahkan meski begitu, penurunan kasus Covid-19 ini dinilai cukup dilematis bagi sektor wisata. Di satu sisi, Dedi mengaku khawatir terjadinya revenge tourism yang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19, namun di sisi lain roda ekonomi harus tetap berjalan. 

"Memang dilematis. Tapi yang jelas pengunjung harus taat prokes, tetap waspada. Pengelola objek wisata pun harus taat aturan," katanya.

Karenanya, Dedi pun mengusulkan kepada pemerintah pusat agar aplikasi PeduliLindungi bisa memuat kapasitas wisatawan di objek wisata dengan pendekatan kawasan.Agar nantinya, para wisatawan bisa memantau objek wisata mana saja yang penuh dan tidak. 

"Kemarin saya usulkan, jadi pendekatannya kawasan. Jadi misalkan sekarang kawasan Kabupaten Bandung Barat ada The lodge harus in line dengan Orchid Forest atau misalkan dengan Farm House. Kita usulkan untuk menjadi percontohan PeduliLindungi," pungkas pria kelahiran Bandung, 11 Oktober 1967 ini .

Sebelumnya, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengumumkan 20 tempat wisata yang ikut uji coba pembukaan untuk wisatawan. 

Adapun 20 tempat wisata tersebut tersebar di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur. (Rie/Red)