.

Desa Japura Bakti Menunggu Bakti Anak Negeri

Caption : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady (kiri ke-3) saat reses di desa Japura Bakti Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon

CIREBON.LENTERAJABAR.COM
,--Desa Japura Bakti kerap terendam banjir. Kini desa itu menunggu bakti anak negeri. Demikian disampaikan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady melalui telefon genggamnya kepada media pada Selasa (10/8/2021). 

Japura Bakti merupakan salah satu dari sebelas desa di Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Desa tersebut merupakan hasil pemekaran Desa Japura Kidul dan Desa Japura Lor. Nama Japura Bakti disematkan oleh pemuka agama, yakni KH Abdul Muin. 

"Melihat kondisinya sekarang, tampaknya Desa Japura Bakti butuh perhatian serius dari berbagai pihak. Betapa tidak, balai desanya saja kerap kali terendam banjir. Biasanya minimal 80 cm. Bahkan, pernah terendam mencapai ketinggian 1,5 meter," papar Wakil Ketua Fraksi Gerindra itu. 

Sebenarnya, masih menurut Daddy, Desa Japura Bakti juga membutuhkan perbaikan jalan selebar 5 meter dengan panjang sekitar 3 km. Bisa dipastikan bahwa desa tidak mungkin membiayai pembangunan infrastruktur sebesar itu. Oleh karena itu, Kuwu Japura Bakti memberinya "oleh-oleh" untuk disampaikan kepada Gubernur Jabar agar memperhatikan kebutuhan jalan masyarakat desa tersebut. 

Caption : Penyerahan bantuan secara simbolis kepada Kuwu Japura Bakti dan anggota DPRD Kabupaten Cirebon.

"Desa minta bantuan soal perbaikan jalan dan mengatasi banjir. Banjir di Desa Japura Bakti dikarenakan Sungai Singaraja yang selalu meluap. Hal ini akibat pembangunan tol yang hanya memberi saluran sangat kecil. Sebelum ada tol, saluran airnya cukup besar. Desa juga tidak pernah kebanjiran. Sekarang desa sering terendam sampai 12 jam. Balai desa saja terendam minimal 80 cm, bahkan pernah 1,5 meter. Ini butuh penanganan serius. Ini butuh bakti anak negeri, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat (DPR RI)," ujar dewan asal dapil Jabar 12 meliputi Cirebon-Indramayu ini. 

Politisi partai berlambang burung garuda ini menyatakan, bisa saja balai desa dipindahkan. Masalahnya, bukan cuma balai desa yang terendam, tetapi mayoritas rumah penduduk di sekitar balai desa juga terendam. Jadi, solusinya bukan memindahkan balai desa, tetapi mengatasi penyebab banjir itu sendiri. 

Daddy sangat berharap, semua pihak mau memperhatikan nasib anak bangsa yang secara kebetulan saja tinggal di Desa Japura Bakti. Butuh perhatian serius dari Badan Pengelola Jatal Tol, Pemerintah Kabupaten Cirebon, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Pusat. Selain itu, ia menyatakan memang butuh kolaborasi dan sinergitas antara DPRD Kaupaten Cirebon, DPRD Provinsi Jabar, dan DPR RI untuk mengatasi banjir tersebut. 

Dalam kesempatan tersebut Daddy juga menerima aspirasi dari Ketua Himpaudni Kabupaten Cirebon. Himpaudni menyampaikan bahwa mereka membutuhkan bantuan riil, baik kebijakan maupun finansial. Selama ini mereka seolah "dipingpong" sehingga tidak jelas solusinya.(Rie/Red)