.

Bantuan Tenaga Pendidik Agama di Apresiasi DPRD Jabar

Caption : Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, menghadiri acara penganugerahan MURI bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk kategori perlindungan program Jamsostek kepada tenaga kerja bidang Keagamaan Terbanyak

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM,--Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengintruksikan penambahan bantuan Jamsostek BPJS Ketenagakerjaan bagi tenaga pengajar yaitu guru honorer, Tenaga Harian Lepas, serta nelayan di berbagai instansi, dari hal itu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) harus bekerja baik dalam hal pengumpulan data.

Wakil Ketua Komisi V, Abdul Hadi Wijaya mengapresiasi sikap dari Pemprov Jabar tersebut, menurutnya itu sebagai bentuk kewajiban untuk memperhatikan tenaga pendidikan khususnya di sektor keagamaan.

"Pertama kami bersyukur bahwa yang tahun lalu ketika ada ajuan biro kesra terkait dengan santunan terealisasi, ini merupakan tugas pemerintah, ini suatu hal yang harus kita apresiasi bahwa dengan langkah ini terbukti ada kemanfaatan," katanya di Ballroom Pullman Hotel, Kota Bandung, Senin, (30/08/2021).

Abdul Hadi yang hadir pada acara  penganugerahan Museum Rekor Indonesia (MURI) bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk kategori perlindungan program Jamsostek kepada tenaga kerja bidang Keagamaan.

Terbanyak juga menyebut, Pemprov yang telah bergerak cepat dalam memberiman santunan melalui Jamsostek BPJS Ketenagakerjaan, itu terbukti dari cepat nya santunan yang disalurkan pada tenaga pendidikan yang meninggal dunia.

Menurutnya ini terbukti dengan wafatnya tenaga pendidikan bidang Keagamaan, Pemprov dengan cepat memeberikan santunan,

Abdul Hadi juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi kinerja Biro Kesra,tutur legislator dari PKS ini.

Gus Ahad sapaan akran Abdul Hadi mengatakan dengan jumlah bantuan terhadap 150 ribu tenaga Pendidikan Keagamaan ini membuktikan Pemprov Jabar melalui Biro Kesra mampu dan bisa bekerja dengan baik.

DPRD Jabar melalui Komisi V akan mendukung sepenuhnya langkah Pemprov untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.Bahwa sistem kita mampu mengakses data data guru ngaji, apresiasi terhadap kinerja Biro Kesra, ucapnya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat telah menginstruksikan ada penambahan bantuan melalui Jamsostek BPJS Ketenagakerjaan untuk kategori Guru Honorer, namun demikian untuk kelancaran  kedepannya harus ada komunikasi bersama Dinas terkait dalam hal ini disdukcapil dalam mengumpulkan data data yang diperlukan.(Rie/Red)