.

Gubernur Bersama Ketua Komisi V DPRD Jabar Pantau PPKM Darurat

Caption : Gubernur Jabar Ridwan Kamil di dampingi etua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat,Abdul Haris Bobihoe,Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto hingga Kajati Jabar Ade Adhyaksa.

BANDUNG
.LENTERAJABAR.COM,--Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah berjalan sepekan, sejak 3 Juli 2021 dan akan berakhir 20 Juli 2021 mendatang.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau PPKM darurat bersama sejumlah pimpinan Forkopimda lain seperti Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat,Abdul Haris Bobihoe,Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto hingga Kajati Jabar Ade Adhyaksa. di GT Pasteur dan Sidak Ke Kawasan Industri Dayeukolot , Bandung, Sabtu (10/7/2021)

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan,soal PPKM darurat juga menimbulkan kedisiplinan masyarakat terlebih dalam hal mobilitas,papar Kang Emil sapaan akrab pria berkacamata ini.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengklaim imbas PPKM darurat , bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Jabar menurun. Ini dampak dari ketaatan warga mengurangi mobilitas.

"BOR Jabar sudah turun, tiga sampai empat persen mudah-mudahan ini atas ikhtiar semua pihak, karena tujuan PPKM Darurat itu menurunkan BOR supaya Rumah Sakit tidak kolaps, sekarang sudah tiga hari konsisten turun, mudah-mudahan turun terus," ujar Kang Emil

Lebih lanjut dikatakannya mobilitas kita juga sudah mendekati 30 persen, masih naik turun, mudah-mudahan dengan turunya mobilitas itu menurunkan juga potensi penularan virus delta ini,papar Emil.

Ditambahkanya apa bukti penurunan, visual saja sudah kelihatan yang tol Pasteur biasanya Sabtu-Minggu macet banget, hari ini seperti jalan biasa, artinya kesadaran sudah jauh lebih baik di hari ke lima sampai ke tujuh ini,tutur Emil.

Sementara itu pada laman Pikobar, data BOR dengan update terakhir kemarin malam mengalami penurunan. BOR di Jabar kini ada di angka 87,87 persen.

Tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Jabar pun masih tersedia. Untuk kategori hijau atau tanpa gejala masih tersedia 10.836 tempat tidur. Sedangkan kategori kuning atau gejala ringan ada 6.185 tempat tidur. Sedangkan gejala berat atau kategori merah ada 556 tempat tidur tersedia. Sementara untuk perawatan intensif atau kategori ungu ada 920 tempat tidur tersedia.(Rie/Red)