Notification

×

Iklan

Iklan

Kota Bandung Berpeluang Jadi Percontohan Literasi Nasional

Kamis, 01 April 2021 | 06:21 WIB Last Updated 2021-04-04T23:23:00Z

Caption : Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan Kepala Dispusip, A. Maryun saat  menerima Kepala Humas, Penerbitan, dan Kerja Sama, Dodi Pribadi.di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Balai Kota Bandung

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Masyarakat berkembang dapat dilihat dari minat membaca atau literasinya. Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat menerima kunjungan dari Kantor Perpustakaan Nasional RI dalam rangka Diskusi Kerjasama Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Balai Kota Bandung, Kamis 1 April 2021.

Pada kunjungan tersebut Yana bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, A. Maryun menerima Kepala Humas, Penerbitan, dan Kerja Sama, Dodi Pribadi.

Pada kesempatan tersebut Perpustakaan nasional RI menyampaikan adanya bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk meningkatkan literasi di Kota/Kabupaten dengan pengajuan untuk fasilitas gedung, pengadaan koleksi buku, atau pun hal-hal yang dibutuhkan lainnya.

Yana menyambut baik hal tersebut, karena ada peluang untuk proses pembangunan gedung arsip yang direncanakan oleh Dispusip Kota Bandung yang lokasinya di Gedebage. Ia pun mengintstruksikan Kepala Dispusip untuk mengusulkannya.

"Jadi ini bisa dibuatkan permohonan, kita ikhtiar saja. Disetujui atau tidaknya itu bagian dari proses," katanya.

"Padahal literasi termasuk meningkatkan minat literasi masyarakat itu dasar masyarakat berkembang. Mudah mudahan ini pencerahan ada potensi bantuan yang bisa dimanfaatkan," lanjutnya.

"Mudah-mudahan indeks literasi masyarakat Kota Bandung targetnya bisa sesuai harapan dengan berbagai upaya dan juga dorongan dari Perpustakaan Nasional," harapnya.

Yana juga berharap, bantuan bisa terkait dengan digitalisasi arsip. 

"Karena arsip kita banyak. Itu penting buat kita. Sementara kertas, ada masanya kalau tidak dirawat dengan baik," lanjutnya.

Yana mengharapkan, Gedung Arsip bisa terintegrasi dengan teknologi. Sehingga bisa mengamankan dan memudahkan saat ingin mencari arsip.

"Mudah-mudahan di tengah keterbatasan kami terutama saat pandemi Covid-19 yang mmberikan dampak luar biasa, pertumbuhan ekonnomi di 2020 minus 2,29 persen dan PAD hilang diatas 1 triliun, jadi ini kurang menjadi prioritas," katanya.

Sementara itu, Kepala Humas, Penerbitan, dan Kerjasama, Dodi Pribadi mengaku ingin menjadikan Kota Bandung sebagai percontohan bagi Kabupaten/Kota lain di Indonesia.

"Karena potensinya banyak dari sisi literasi. Ada taman bacaannya, perpustakaan, seperti Taman Bacaan Hendra yang sudah berdiri sejak lama," katanya.

Dodi menyampaikan bantuan yang diberikan dari Perpustakaan Nasional RI kepada beberapa Kota/Kabupaten lain di Indonesia terkait perpustakaan dan literasi yang sudah dilakukan.

"Ada bantuan pojok baca digital karena tidak semua Kabupaten/Kota tidak bisa melakukan itu karena terbatas jaringan, bantuan perpustakaan keliling, ada juga di Bromo ada bantuannya Kuda yang sudah nambah lagi kudanya," katanya

"Jadi itu bisa fleksibel, agar tepat sasaran DAK ini. Selain itu bisa untuk kebutuhan pengembangan di koleksi buku atau bangunan baru, atau inovasi yang lainnya bisa juga," lanjutnya.

Sedangkan Kepala Dispusip Kota Bandung, A. Maryun mengaku, saat ini, Dispusip pun juga terus membudayakan literasi di masyarakat. Caranya, bekerja sama bersama berbagai mitra. Bahkan dalam Perda diatur tentang gerakan memasyarakatkan minat baca.

"Saat ini lebih menguatkan indeks pembangunan literasi. Kita akan coba menggali selama masa pandemi ini. Efektivitas dan efisiensi dari pustaka dan kegiatan-kegiatan literasi di kita," katanya.

"Pokja literasi Kota Bandung pun senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan dengan digital. Walau pun pandemi kegiatan melalui zoom meeting, e-learning, dongeng semoga bisa meningkatkan literasi di Kota Bandung," lanjutnya.

Terkait Taman Bacaan, Maryun mengungkapkan, terdapat 13 tempat yang masih aktif. Itu pun setelah disurvei karena banyak yang tidak meneruskan. Beberapa di antaranya bangkrut karena diharuskan menyewa tempat.

"Asalnya lebih dari itu, tapi itu yang masih eksis. Mudah-mudahan ini bisa mendorong masyarakat lainnya untuk berliterasi. Kita pun memfokuskan untuk membina sejak dini, jadi pembelian kita buku anak-anak agar bisa membiasakan membaca sejak kecil," katanya.

Maryun berterima kasih dengan kedatangan perwakilan Perpustakaan Nasional RI yang menyampaikan adanya dana bantuan. Ia akan segera menyusun permohonan bantuan tersebut.

"Kami akan menyusun proposal apa saja yang diperlukan. Semoga usulan kita ada yang bisa disetujui," harapnya.(Rie/Red)
×
Berita Terbaru Update