Notification

×

Iklan

Iklan

Keren Euy...3T Di Kota Bandung, Diklaim Terbaik Se-Jawa Barat

Rabu, 28 April 2021 | 12:01 WIB Last Updated 2021-04-28T05:01:05Z
Caption : dr Yorisa Sativa pada Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kota Bandung

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung memastikan, penanganan 3T yakni Tracing, Testing, dan Treatment di Kota Bandung masuk kategori terbaik di Jawa Barat. 

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung, dr Yorisa Sativa pada Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kota Bandung, Selasa 27 April 2021.

Menurut Yorisa, tracing yang dilakukan oleh 80 Puskesmas di Kota Bandung cukup hebat sejak Maret 2020 lalu hingga saat ini.

"Memang sejak awal Maret 2020 lalu terus melakukan tracing sampai ke akar rumput untk memantau penyakit, mendeteksi, satu dapat sekitarnya diambil di trace langsung dilakukan yang berikutnya yaitu testing," katanya.

Yorisa mengatakan, untuk testing, di Kota Bandung mempunyai Lab BSL-2 yang bisa memeriksakan sendiri hasil PCR-nya. Saat ini sudah puluhan bahkan ratusan ribu yang diperiksa dengan pemeriksaan mandiri.

"Ini (Lab BSL-2) memudahkan percepatan dalam melakukan 3T ini," katanya.

Sedangkan dalam Treatment, Yorisa mengungkapkan terapi plasma konvalesen juga termasuk salah satu pengobatan kepada orang yang sakit Covid-19.

"Dari 36 Rumah Sakit, sebanyaj 28 RS jadi rujukan Covid-19. Jadi sudah bisa mewakili warga Kota Bandung. Ada juga tempat isolasi terpusat untuk menangani yang OTG," katanya.

Yorisa pun menegaskan upaya 3T di Kota Bandung sampai saat ini tidak akan kendor selama pandemi covid-19 belum berakhir. Ditambah dengan tugas baru yakni vaksinasi.

"Vaksinasi sekarang kita sudah mau masuk wave (gelombang) kedua. Tenaga kesehatan sudah 100 persen tervaksin dosis satu dan keduanya," katanya.

"Lalu yang lansia sekarang sedang berproses. Sekarang kita juga sedang prioritas tenaga pengajar, pendidik, guru untuk persiapan Juni PTM (Pembelajaran Tatap Muka), angkanya juga sudah tinggi, percepatannya cukup baik," katanya.

Namun ia mengingatkan, vaksinasi bukan satu satunya penurun atau penolakan covid-19.

"Jadi ada cara-cara lain yang mendukung selain vaksinasi. Kita tetap harus 5M 1T. Bukan berarti dengan vaksin kita kebal," ucapnya.

"Dinkes upayanya adalah meningkatkan promosi agar masyarakat tetap memakai masker dan disiplin menerapkan protokol kesehatan," imbuh Yorisa.(Rie/Red)
×
Berita Terbaru Update