.

DPRD Jabar Dukung Adanya Pemangkasan Waktu Pemberian Vaksin

Caption: Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Wakil Ketua DPRD Jabar, Oleh Soleh

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Wakil Ketua DPRD Jabar, Oleh Soleh mengatakan, Adanya vaksinasi yang dipercepat ini juga lebih penting kemudian waktu pelaksanaan vaksinasi dipercepat juga dari target 15 bulan menjadi 12 bulan.   

"Saya sepakat denga Gubernur Jabar Ridwan Kamil kalau batasan vaksinisasi Covid-19 menjadi 6 bulan saja. Semakin cepat semakin baik," katanya, usai  menghadiri rapat mingguan Covid-19 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung. Selasa 5 Januari 2021

Sebagai pimpinan DPRD Jabar, Oleh mengajak kepada seluruh masyarakat Jabar tidak terkecuali sukseskan vaksinasi Covid-19. 

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 menjadi penting bagi semua pihak sebagai ikhtiar agar tubuh bisa terbebas dari ancaman virus Covid-19. Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Jabar untuk mendukung langkah pemerintah serta meyakini bahwa Jabar harus segera keluar dari penderitaan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.  

Selain itu, ia juga memaparkan, tingkat kesembuhan cukup meningkat di angka 85 persen sementara kesembuhan di level nasional 82 persen. Sedangkan, tingkat kematian berkurang 1,3 persen dan rata-rata di level nasional 3 persen. 

Di samping itu, masih terdapat daerah yang berstatus zona merah Covid-19 di Jabar, seperti Kabupaten Karawang, Cirebon, Kota Tasikmalaya, Depok, dan Bekasi. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap kepastian terkait pembelajaran tatap muka. 

 "Dengan faktor-faktor seperti ini tentu pergerakan ekonomi juga menjadi lambat," pungkasnya.  

 Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menilai waktu 15 bulan yang keluarkan oleh pemerintah pusat untuk menyelesaikan pemaksinan Covid-19 terlalu lama dilaksanakan.   

 Maka dari itu, pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah pusat adanya pemangkasan waktu pelaksanaan vaksinisasi Covid-19 tersebut, sebagaimana diketahui, kata Emil lama waktu proses pemaksinan setiap satu orang akan menghabiskan waktu 45 menit. 

"Informasi yang di dapat vaksinasi ini selesai 15 bulan,  menurut kami kelamaan berarti pertengahan tahun 2022 orang terakhir di vaksin."Bisa tidak kita simulasikan 12 bulan bahkan 6 bulan," tegasnya.(Red/Bdp)