.

Jangan Ada Klaster Baru, Pilkada Harus Terapkan Protokol Kesehatan

keterangan foto : Dadan Hidayatulloh, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat

BANDUNG,LENTERAJABAR.COM,
--Pelaksanaan pesta demokrasi  agenda lima tahunan yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020 di Jawa Barat ada di delapan daerah yang melaksanakanya yaitu Kab Bandung, Kota Depok, Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Indramayu, Karawang, Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.

Dadan Hidayatulloh, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat mengatakan berkenaan dengan penyelenggaraan Pilkada serentak tersebut pada hari Rabu 9 Desember 2020.

Politisi dari  Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Jawa Barat  Dadan Hidayatulloh, mengingatkan penyelenggara konstestasi Pilkada tahun 2020 di 8 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, jangan menimbulkan klaster baru Covid-19.

Menurut legislator partai berlambang bintang sembilan,hal ini mengingat ada beberapa daerah yang melangsungkan Pilkada masuk pada zona merah.mtutur wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Jabar XIV Kabupaten Garut ini.

Lebih lanjut dikatakan Anggota Komisi V DPRD Jabar ini,jangan sampai Pilkada muncul klaster baru. Ini yang mesti diantisipasi oleh pihak penyelenggaran,tuturnya pada wartawan, Selasa (8/12/2020).

Oleh sebab itu, kata Dadan, seluruh Panitia Pilkada di seluruh PPS yang bersangkutan harus membuat perencanaan yang matang serta tegas menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-1, dan menjalankan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Ditambahkan Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Provinsi Jawa Barat ini Pemerintah sudah menyiapkan anggaran miliaran, guna memenuhi sarana kebutuhan prokes. Jadi di setiap TPS harus disediakan alat prokes yang sangat baik,ujarnya.

Pilkada bisa dikatakan berhasil, jika pelaksanaannya, aman, tertib, jujur, demokratis dan adil. Namun disaat kondisi sekarang ditengah wabah Civid-19, menurut Dadan, panitia harus menciptakan Pilkada yang sehat dan tidak muncul klaster baru Covid-19.

“Panitia, harus melakukan dahulu pemeriksaan, seperti dilakukannya swab. Termasuk pada pemilih harus dilakukan cek suhu tubuh. Hal ini bisa mengantisipasi penyebaran Covid-19,” kata pria kelahiran Bogor 22 Mei 1970 ini.

Dijelaskan Dadan, berdasarkan hasil monitoring di Kabupaten Tasikmalaya, panitia sudah siap untuk melaksanakan proses pemilihan Kepala Daerah. Termasuk sarana dan prasarana sudah siap 100 persen. Pungkasnya (Rie/Red)