Notification

×

Iklan

Iklan

IPP Jabar Naik 14 Peringkat, Gubernur Ridwan Kamil Dinobatkan Bapak Pembangunan Kepemudaan oleh KNPI

Selasa, 29 Desember 2020 | 14:30 WIB Last Updated 2020-12-29T07:30:39Z

Caption:Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menerima dinobatkan sebagai Bapak Pembangunan Kepemudaan Jabar di ajang KNPI Awards 2020 melalui telekonferensi dari Gedung Pakuan, Kota Bandung,

BANDUNG.LENTERAJABAR.COM
,--Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dinobatkan sebagai Bapak Pembangunan Kepemudaan Jabar di ajang KNPI Awards 2020 yang digelar secara virtual melalui telekonferensi di Kota Bandung, Senin (28/12/2020) malam.

Kang Emil —sapaan Ridwan Kamil— yang menerima penghargaan dari Gedung Pakuan dinilai sebagai sosok inspiratif dan contoh bagi pemuda di Jabar.

KNPI Awards yang kedua ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada institusi atau individu yang telah memberikan kontribusi dan dedikasi dalam pembangunan kepemudaan di Jabar.

Dalam sambutannya, Kang Emil mengatakan bahwa di awal kepemimpinannya sebagai Gubernur Jabar pada 2018 lalu, Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jabar ada di peringkat 34 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

IPP adalah sebuah tolok ukur untuk capaian kepemudaan di lima bidang dasar, yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi.

Menurut Kang Emil, kegiatan pembangunan kepemudaan sebelumnya sudah banyak yang sudah dilakukan namun belum tepat sasaran. “Ibaratnya aksinya ada tapi bahasanya belum nyambung,” ujarnya.

Oleh karena itu, berbagai perbaikan dilakukan dan mencoba lebih fokus membangun kepemudaaan. “Instruksi dan konsep banyak diberikan agar pembangunan pemuda ini bisa melompat,” katanya.

Hasilnya IPP Jabar 2019 berhasil naik 14 peringkat ke posisi 20. “Saya harus mengapresiasi kinerja Dinas Kepemudaaan dan Olahraga Jabar,” sebutnya.  

Kang Emil berharap pembangunan kepemudaan terus meningkat dan menjadi yang terbaik di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan organisasi kepemudaan seperti KNPI, dia yakin hal itu dapat terwujud.

“Kami sangat mendukung kegiatan KNPI sebagai rumah dari organisasi-organisasi pemuda secara maksimal,” ujarnya.

Kang Emil pun mengingatkan modal menjadi negara maju ada tiga yaitu indeks infrastruktur, indeks pembangunan sumber daya manusia, dan indeks reformasi birokrasi. “Jadi, investasi kepada pemuda adalah sepertiga dari kesuksesan membangun negara maju,” ucapnya.

Dia mencontohkan berbagai kegiatan atau inovasi dalam pembangunan kepemudaan dalam kepemimpinannya di Jabar, di antaranya program Jabar Future Leader (JFL). Melalui program ini para pemuda  yang berasal dari seluruh Indonesia disaring untuk menjadi ajudan Gubernur Jabar.

“Ini (JFL) pertama di Indonesia, sehingga para pemuda bisa langsung melihat bagaimana tugas atau keputusan gubernur bisa diambil dalam situasi-situasi yang tidak sederhana. Teori tidak semudah yang dilihat dari kejauhan,” tutur Kang Emil.

Selain itu, ada juga Jabar Innovation Fellowship di mana program ini mengajak pemuda memberikan ide atau gagasannya dalam proses pembangunan. Peserta program ini pun ditempatkan di berbagai perangkat daerah untuk mengembangkan ide atau gagasannya untuk perubahan di Jabar.

Kemudian ada pula Patriot Desa sehingga anak-anak milenial harus tahu bahwa pasca-covid masa depan sebenarnya ada di desa yang jauh dari penyakit. “Jadi, sebenarnya hidup yang ideal itu tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia. Nah, KNPI Jawa Barat harus membantu menyukseskan ini,” harapnya.

Pada kesempatan ini, Kang Emil berpesan untuk proses pemilihan ketua dan pengurus DPD KNPI Jabar periode 2020-2023. Kepengurusan lima tahun sebelumnya yang dikomandani Rio F Wilantara akan berakhir pada Januari 2021.

“Saya dengar akan ada pemilihan. Saya doakan tidak ada pertengkaran, musyawarahkan sesuai sila keempat Pancasila yaitu musyawarah mufakat. Kalau bisa tidak ada voting,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Jabar Rio F Wilantara menilai bahwa pemuda harus dilibatkan dalam semua unsur pembangunan. Menurut Rio, hal itu penting agar pemuda tidak ada yang menganggur atau bahkan terjerumus dalam tindakan kriminal.

“Maka kami berinisiasi dengan Pak Gubernur (Jabar) membuka lintas sektoral. Semua anak-anak muda dilibatkan di setiap pembangunan di Jawa Barat, supaya tidak ada pengangguran, kriminalitas, dan lain-lain,”  ujar Rio.(Aul/Gst)
 

×
Berita Terbaru Update