.

Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian Catatkan PAD di Tahun 2020


CIANJUR .LENTERAJABAR.COM
,-Untuk pertama kali Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura mencatatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari aset yang dikelolanya.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian Teguh Khasbudi, SH., MH,m dalam keterangannya melalui chanel Youtube. “Kebanggaan saya adalah bisa mengembangkan Balai Mekanisasi menjadi sumber pendapatan daerah. 

Alhamdulillah pada 2020 sudah terpenuhi. Kedua balai mekanisasi bisa mengembangkan sumber daya manusia, dengan menyekolahkan 24 orang untuk pendidikan setara S1 (sarjana),” kata Teguh dalam akunnya sendiri, Teguh Khasbudi, Rabu (23/12/2020).

Tak hanya itu, Balai Mekanisasi Pertanian juga mengembangkan sarana dan sarana yang dikembangkan selain dari dukungan APBD (Anggaran Pendapatan Daerah).


Pada tahun 2020, balai ini pula membangun gerakan dengan mendeklarasikan Santani atau Santri Petani. “Kami bisa bersama-sama Bapak Wagub Jabar mendeklarasikan Santani yang kita kondisikan dalam satu kesatuan unit pelayanan jasa Alsintan. Dalam rangka mengembangkan modernisasi mekanisasi pertanian,” kata Teguh.

Sekalipun demikian, Teguh mengakui adanya kelemahan. Salah satu kelemahan tersebut terjadi di antaranya karena tidak liniernya kesesuaian keahlian dalam pendidikan. Sekalipun demikian, pihaknya berupaya untuk tetap mengoptimalkan kinerja dalam melakukan tugas dan fungsinya. (*)